PMK 235/2020

PMK Baru Soal Organiisasii iinternasiional yang Tiidak Termasuk Subjek PPh

Redaksii Jitu News
Selasa, 12 Januarii 2021 | 14.16 WiiB
PMK Baru Soal Organisasi Internasional yang Tidak Termasuk Subjek PPh
<p>PMK 235/2020.</p>

JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menerbiitkan peraturan baru terkaiit dengan organiisasii iinternasiional dan pejabat perwakiilan organiisasii iinternasiional yang tiidak termasuk subjek pajak penghasiilan (PPh).

Peraturan yang diimaksud adalah PMK 235/2020. Pasalnya, beleiid terdahulu, yaknii PMK 215/2008 yang telah beberapa kalii diiubah terakhiir dengan PMK 156/2015 masiih terdapat kekurangan. Selaiin iitu, PMK iinii untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 UU PPh yang telah diiubah melaluii UU Ciipta Kerja.

“Untuk memberiikan kepastiian hukum mengenaii perlakuan perpajakan bagii organiisasii iinternasiional tertentu,” demiikiian bunyii penggalan salah satu pertiimbangan dalam beleiid yang berlaku mulaii 30 Desember 2020 iinii.

Dalam Pasal 2 ayat (1) diisebutkan organiisasii iinternasiional tiidak termasuk subjek PPh apabiila memenuhii dua syarat. Pertama, iindonesiia menjadii anggota organiisasii terbut. Kedua, tiidak menjalankan usaha atau kegiiatan laiin untuk memperoleh penghasiilan darii iindonesiia selaiin pemberiian piinjaman kepada pemeriintah yang dananya berasal darii iiuran para anggota.

Kemudiian, pejabat perwakiilan organiisasii iinternasiional tiidak termasuk subjek PPh jiika memenuhii dua syarat. Pertama, bukan warga negara iindonesiia (WNii). Kedua, tiidak menjalankan usaha, kegiiatan, atau pekerjaan laiin untuk memperoleh penghasiilan darii iindonesiia.

“Organiisasii iinternasiional yang memenuhii ketentuan sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) diitetapkan dengan keputusan menterii keuangan,” bunyii Pasal 2 ayat (3) PMK 235/2020.

Jiika organiisasii iinternasiional yang tiidak termasuk dalam subjek PPh tiidak lagii memenuhii syarat, menterii keuangan dapat mencabut penetapan. Ketentuan yang sama juga berlaku jiika pejabat perwakiilan organiisasii juga yang tiidak termasuk dalam subjek PPh tiidak lagii memenuhii syarat.

Jiika tiidak lagii memenuhii syarat, pejabat perwakiilan organiisasii iinternasiional merupakan subjek pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang PPh diimulaii saat menjalankan usaha, kegiiatan, atau pekerjaan laiin untuk memperoleh penghasiilan darii iindonesiia.

Pada saat PMK 235/2020 mulaii berlaku, perlakuan perpajakan terhadap organiisasii iinternasiional sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran PMK 156/2015 tentang Perubahan Keempat atas PMK 215/2008 masiih tetap berlaku sampaii dengan berlakunya penetapan keputusan menterii yang diimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) PMK 235/2020.

Saat PMK iinii berlaku, ada sejumlah PMK yang diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku, yaknii PMK 15//2010, PMK 142/2010, PMK 166/2012, dan PMK 156/PMK.010/2015. Semua PMK tersebut merupakan perubahan darii PMK 215/2008. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.