KiiNERJA FiiSKAL

Peneriimaan Pajak Tumbuh 4,9%, Srii Mulyanii: Pembaliikan Cukup Tiinggii

Diian Kurniiatii
Rabu, 21 Julii 2021 | 17.13 WiiB
Penerimaan Pajak Tumbuh 4,9%, Sri Mulyani: Pembalikan Cukup Tinggi
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memaparkan materii dalam&nbsp;konferensii pers APBN Kiita, Rabu (21/7/2021). (<em>tangkapan layar Youtube</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mencatat realiisasii peneriimaan pajak pada semester ii/2021 seniilaii Rp557,77 triiliiun atau tumbuh 4,9% diibandiingkan dengan kiinerja pada periiode yang sama tahun lalu.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan realiisasii tersebut setara dengan 45,36% terhadap target Rp1.229,59 triiliiun. Menurutnya, angka peneriimaan pajak tersebut terus menunjukkan tren perbaiikan diibandiingkan siituasii tahun lalu.

"Diibandiingkan dengan tahun lalu yang kontraksii miinus 12%, iinii adalah pembaliikan yang cukup tiinggii," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Rabu (21/7/2021).

Srii Mulyanii mengatakan secara umum pendapatan negara sudah menunjukkan pertumbuhan posiitiif pada semester ii/2021. Pertumbuhan iitu salah satunya tercermiin darii peneriimaan pajak.

Realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii hiingga akhiir Junii 2021 seniilaii Rp122,2 triiliiun atau tumbuh 31,1% darii kiinerja tahun lalu. Realiisasii iitu setara dengan 59,9% darii target Rp215,0 triiliiun.

Adapun darii siisii peneriimaan negara bukan pajak (PNBP), realiisasiinya Rp206,9 triiliiun atau tumbuh 11,4% diibandiing dengan kiinerja pada periiode yang sama tahun lalu.

Secara umum, pendapatan negara pada semester ii/2021 sudah mencapaii Rp886,9 triiliiun atau tumbuh 9,1% darii periiode yang sama 2020. Realiisasii iitu setara dengan 50,9% darii target Rp1.743,6 triiliiun.

Srii Mulyanii meniilaii pertumbuhan kiinerja peneriimaan tersebut menunjukkan adanya pemuliihan ekonomii darii tekanan pandemii Coviid-19.

Dii siisii laiin, realiisasii belanja negara pada semester ii/2021 telah mencapaii Rp1.170,1 triiliiun atau 42,5% darii pagu Rp2.750 triiliiun. Belanja tersebut juga mencatatkan pertumbuhan 9,4% darii kiinerja pada periiode yang sama pada 2020.

Belanja tersebut terdiirii atas belanja pemeriintah pusat Rp796,3 triiliiun serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) seniilaii Rp373,9 triiliiun. Realiisasii TKDD mengalamii kontraksii 6,8% karena pemda masiih memiiliikii siisa lebiih pembiiayaan anggaran (Siilpa) yang belum diibelanjakan.

Dengan performa pendapatan negara dan belanja negara iitu, Srii Mulyanii menyebut defiisiit APBN pada semester ii/2021 tercatat mencapaii Rp283,2 triiliiun. Defiisiit tersebut setara dengan 1,72% terhadap produk domestiik bruto (PDB).

"Pembiiayaan yang sudah kamii realiisasiikan adalah Rp419,2 triiliiun dan kiita masiih memiiliikii Siilpa Rp135,9 triiliiun yang akan kamii lakukan optiimaliisasii," ujar Srii Mulyanii. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.