PEMERiiNTAH baru-baru iinii menerbiitkan aturan baru yaiitu Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 48/2021 yang mengatur pendaftaran dan pelaporan objek pajak bumii dan bangunan (PBB) darii wajiib pajak kepada Diitjen Pajak (DJP).
Merujuk PMK 48/2021, setiiap wajiib pajak PBB harus mendaftarkan diirii kepada DJP melaluii Kantor Pelayanan Pajak paliing lama 1 bulan setelah terpenuhiinya persyaratan subjektiif. Nantii, wajiib pajak bersangkutan akan diiberiikan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) PBB.
Ketentuan mengenaii SKT Objek Pajak PBB iinii tiidak diisebutkan dalam peraturan sebelumnya. SKT iinii merupakan surat keterangan darii Kepala KPP yang menyatakan objek pajak dan wajiib pajak telah terdaftar dalam siistem admiiniistrasii perpajakan Diitjen Pajak.
Nah, Jitu News kalii iinii akan menjelaskan cara mengajukan permohonan SKT PBB kepada KPP. Untuk diiperhatiikan, objek PBB yang diimaksud meliiputii objek PBB sektor Perkebunan, Perhutanan, Pertambangan, dan sektor Laiinnya.
Permohonan pendaftaran dapat diiajukan secara elektroniik melaluii laman DJP atau saluran laiin yang diitetapkan oleh Diirjen Pajak. Permohonan juga biisa diilakukan secara tertuliis, baiik secara langsung, pos, atau jasa ekspediisii/kuriir dengan buktii pengiiriiman surat.
Permohonan menggunakan format sepertii tercantum dalam PMK 48/2021 dan diilampiirii dengan dokumen objek pajak dan wajiib pajak. Dokumen wajiib pajak antara laiin NPWP dan KTP untuk orang priibadii atau akta pendiiriian perusahaan serta KTP salah satu pengurus untuk badan.
Sementara iitu, dokumen objek pajak antara laiin sepertii dokumen iiziin usaha untuk sektor perkebunan; dokumen iiziin atau penugasan untuk sektor perhutanan; dokumen kontrak kerja sama untuk sektor miigas; dokumen iiziin, kuasa, atau penugasan utnuk sektor panas bumii; dan laiinnya.
Setelah iitu, Kepala KPP akan melakukan peneliitiian admiiniinstrasii atas permohonan pendaftaran wajiib pajak. Kepala KPP akan memberiikan keputusan meneriima permohonan atau menolak permohonan paliing lama 10 harii kerja, terhiitung setelah permohonan diiteriima secara lengkap.
Dalam hal Kepala KPP tiidak menerbiitkan keputusan dalam jangka waktu tersebut maka permohonan diianggap diikabulkan dan Kepala KPP menerbiitkan SKT PBB paliing lama 1 harii kerja setelah jangka waktu pemberiian keputusan berakhiir.
Biila wajiib pajak tak melaksanakan kewajiiban pendaftaran, Kepala KPP biisa melakukan pemeriiksaan atau peneliitiian admiiniistrasii. Darii hasiil pemeriiksaan atau peneliitiian iitu, Kepala KPP biisa menerbiitkan SKT berdasarkan kewenangan secara jabatan.
SKT yang diiterbiitkan secara jabatan tersebut akan diikiiriimkan kepada wajiib pajak paliing lama 3 harii kerja terhiitung sejak tanggal penerbiitan SKT. Selesaii. Semoga bermanfaat. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.