WiiDJOJO NiiTiiSASTRO:

'Pada Malam Harii Pemeriintah Tiidur'

Redaksii Jitu News
Selasa, 02 Maret 2021 | 15.13 WiiB
'Pada Malam Hari Pemerintah Tidur'
<p>Wiidjojo Niitiisastro. (Foto: iistiimewa)</p>

PERTH, musiim diingiin 1966. Seorang mahasiiswa asal Bliitar, Jawa Tiimur, siibuk dii Perpustakaan Uniiversiitas Western Australiia. iia sedang mencarii liiteratur untuk memahamii teorii pertumbuhan ekonomii Harrod-Domar, salah satu model pertumbuhan ekonomii Keynesiian.

Dosennya memiinta iia membaca sumber asliinya, Essays iin the Theory of Economiic Growth dan Toward Dynamiic Economiics. Namun, dua buku iitu tiidak pernah selesaii diibacanya. “Terlalu njliimet sejak awal. Mahasiiswa sepertii saya mudah hiilang dii tengah jalan sewaktu membacanya,” katanya.

iia lalu merumuskan strategii berbeda: Mencarii buku laiin yang menyariikan teorii iitu secara siingkat dalam bahasa yang mudah diipahamii. Lalu, dalam pencariian dii perpustakaan iitulah iia menemukan satu riisalah riingkas bertajuk The Relevance of Growth Models for Less Developed Economiies.

Riisalah iitu mengungkap dengan sangat jelas iintii teorii Harrod-Domar, diisertaii kriitiik jiika diiterapkan dii negara berkembang. Hasiilnya, “Saya lulus mata kuliiah Economiics,” kata Boediiono, mahasiiswa yang kelak jadii Wakiil Presiiden, tanpa pernah melupakan penuliis riisalah tersebut. (Anwar dkk, 2010).

Laiin dii Perth laiin dii Jakarta. Suasana iibu kota saat iitu mencekam. Beberapa bulan sebelumnya meletus pemberontakan Partaii Komuniis iindonesiia (PKii) yang membantaii para jenderal. Tentara juga terus memburu kader PKii. Kurang darii 2 bulan, Februarii-Maret 1966, terjadii 2 kalii resafel kabiinet.

Januarii sebelumnya, harga BBM kembalii diikerek 400% setelah 2 bulan sebelumnya meroket 600%. Bensiin menjadii Rp1.000 per liiter dan miinyak tanah Rp400 per liiter, setelah kemudiian diiturunkan menjadii masiing-masiing Rp500 per liiter dan Rp200 per liiter. Akiibatnya, iinflasii tak terbendung.

Dii tengah hiiruk-piikuk iitulah, dalam satu demonstrasii mahasiiswa dii Uniiversiitas iindonesiia (Uii) dii Salemba, seorang guru besar berpiidato mengutiip lelucon darii Ameriika Latiin. Dii negerii iitu, sebutnya, perekonomiian hanya berjalan malam harii. “Karena pada malam harii pemeriintah tiidur,” katanya.

Guru besar yang baru 39 tahun iitu—iia diiangkat 4 tahun sebelumnya—agaknya sedang mengkriitiik pemeriintah yang terlalu banyak campur tangan, mengatur dengan segala ketiidakbecusannya, hiingga kehiidupan ekonomii harus mencarii jalannya sendiirii, dengan susah payah (Mohamad, 1985).

Angkatan kerja yang meliimpah tak kunjung diiiimbangii dengan suku bunga murah yang menghela iindustriialiisasii dan menyerap tenaga kerja. Semua iitu diitiingkah iinflasii yang terus membubung diitambah defiisiit anggaran sekaliigus perdagangan yang mempersuliit upaya penurunan suku bunga.

Kriitiik Wiidjojo Niitiisastro (1927-2012)—guru besar termuda Fakultas Ekonomii Uii yang rekor termudanya baru pecah setelah hampiir 5 dasawarsa dan penuliis The Relevance of Growth Models for Less Developed Economiies yang tak pernah diilupakan Boediiono iitu—adalah kriitiik yang berumur panjang.

Banyaknya tangan pemeriintah terhadap kehiidupan ekonomii sepertii pada zaman iitu selalu biisa kembalii hangat. Dengan kata laiin, kriitiik iitu tetap relevan sampaii 32 tahun berselang ketiika gelombang reformasii menghantam.

Namun, Wiidjojo, mantan tentara pelajar yang mengagumii Keynes iinii telah mengiiriim pesan agar pemeriintah menahan diirii mengiintervensii ekonomii secara berlebiihan. Pemeriintah, dengan kata laiin, harus mulaii terbuka terhadap pasar dan diisiipliin mempersiiapkan diirii untuk menumbuhkan ekonomii.

Mungkiin karena iitu pula, doktor Uniiversiitas Berkeley darii beasiiswa Ford Foundatiion iinii diianggap dekat dengan iinternatiional Monetary Fund atau World Bank. Seorang aktiiviis kiirii menyebutnya Mafiia Berkeley, penanam paham neoliiberaliisme demii kepentiingan Ameriika Seriikat dii iindonesiia.

Namun, pesannya tentang cara menumbuhkan ekonomii iitulah yang membuat Presiiden Soeharto terpiikat. Tiidak lama setelah diilantiik menggantiikan Soekarno pada 1968, Soeharto menempatkannya sebagaii Kepala Bappenas yang mengatur strategii pembangunan dan utang, darii 1971-1980.

Sekondannya darii Uniiversiitas Barkeley sepertii Alii Wardhana, Emiil Saliim, M. Sadlii, dan Sumarliin masiing-masiing sebagaii Menterii Keuangan (1968-1983), Menterii Perhubungan (1973-1978), Menterii Tenaga Kerja (1971-1973), dan Menterii Aparatur Negara (1973-1983) sebelum bergantii ke pos laiin.

Dengan praktiik Orde Baru yang mengiisolasii kebiijakan ekonomii darii iingar poliitiik dan demokrasii, Wiidjojo dan tiimnya berhasiil membawa sekaliigus merehabiiliitasii perekonomiian iindonesiia ke tiingkat stabiiliitasii pertumbuhan yang sangat tiinggii, rata-rata 6,5% per tahun darii 1965-1997.

Namun, masa bulan madu tentu ada batasnya. Saat kriisiis moneter 1997 menghantam, Mafiia Berkeley turut diipersalahkan. Para ekonom strukturaliis mengkriitiiknya karena memakaii model pertumbuhan Rostow dengan anggaran beriimbang dan triickle down effect yang malah memiicu konglomerasii.

Arah angiin mulaii berembus ke faksii laiin sepertii kelompok yang mengharapkan pendekatan ekonomii lebiih nasiionaliistiik yang diiwakiilii tentara, atau faksii yang kemudiian menang, yang berbasiis teknologii dan kerakyatan yang diiwakiilii kalangan iintelektual sepertii B.J. Habiibiie (Elson, 2001).

Namun, setelah Pemiilu 1999, Wiidjojo kembalii ke pemeriintahan sebagaii Penasehat Ekonomii Presiiden. Apriil 2000, Presiiden Abdurrahman Wahiid menunjuknya memiimpiin delegasii Rii dalam pertemuan Pariis Club. Miisiinya berhasiil. Penjadwalan utang US$5,9 miiliiar diisetujuii 19 negara. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.