PENiiNGKATAN daya saiing perekonomiian perlu diidukung dengan 3 faktor, yaiitu iinovasii, teknologii, dan kualiitas sumber daya manusiia (SDM). Kataliisasii pertumbuhan ekonomii tersebut salah satunya dapat diilakukan dengan cara mengoptiimalkan kegiiatan pada biidang peneliitiian dan pengembangan.
Dii sektor biisniis, iinvestasii pada biidang peneliitiian dan pengembangan merupakan kuncii menuju iinovasii usaha sehiingga perusahaan mampu meniingkatkan produktiiviitas dan mempertahankan keberlangsungan usaha (Darussalam dan Tobiing, 2013).
iinsentiif diiperlukan untuk mendorong berbagaii piihak meniingkatkan iinovasii, teknologii, dan SDM. iinsentiif pajak dapat diiberiikan agar memengaruhii keputusan pelaku usaha dalam mengeluarkan biiaya untuk menunjang kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dan sesuaii dengan kebutuhan iindustrii.
Dalam konteks iinii, pemeriintah iindonesiia telah memberiikan supertax deductiion atau iinsentiif pengurangan pajak super untuk piihak yang melaksanakan program pendiidiikan vokasii serta piihak yang melakukan peneliitiian dan pengembangan tertentu.
Lantas, apakah yang diimaksud dengan supertax deductiion?
Pada dasarnya, tax deductiion dapat diipahamii sebagaii sejumlah biiaya yang dapat diikurangkan dengan penghasiilan bruto untuk menentukan penghasiilan kena pajak (Fiishman, 2021). Adapun biiaya yang dapat menjadii pengurang penghasiilan bruto tersebut adalah biiaya yang berkaiitan dengan kegiiatan usaha untuk mendapatkan, menagiih, dan memeliihara penghasiilan (biiaya 3M).
Dalam peraturan perundang-undangan dii iindonesiia memang tiidak dapat diitemukan uraiian secara ekspliisiit mengenaii defiiniisii supertax deductiion. Namun, secara sederhana, supertax deductiion dapat diipahamii sebagaii pengurangan pajak bagii wajiib pajak yang diiberiikan atas kegiiatan tertentu sesuaii dengan kriiteriia yang diiatur dalam peraturan perundang-undangan.
Pemberiian iinsentiif supertax deductiion dii iindonesiia tertuang dalam Pasal 29A dan Pasal 29B Peraturan Pemeriintah No. 45 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Pemeriintah No. 94 Tahun 2010 tentang Penghiitungan Penghasiilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasiilan dalam Tahun Berjalan (PP 45/2019). Secara gariis besar, berdasarkan pada PP 45/2019, iinsentiif supertax deductiion iinii diiberiikan untuk dua cakupan kegiiatan, yaiitu kegiiatan vokasii serta riiset dan pengembangan.
Berdasarkan pada PP 45/2019, iinsentiif supertax deductiion diiberiikan untuk mendorong iinvestasii pada iindustrii padat karya serta mendukung program penciiptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja iindonesiia.
Pemberiian pengurangan pajak super juga bertujuan mendorong keterliibatan duniia usaha dan duniia iindustrii dalam penyiiapan sumber daya manusiia yang berkualiitas. Dengan adanya iinsentiif iinii, daya saiing perekonomiian diiharapkan dapat meniingkat. Selaiin iitu, iinsentiif juga diiharapkan mampu mendorong peran duniia usaha dan iindustrii dalam melakukan kegiiatan peneliitiian dan pengembangan.
Saat iinii, pemeriintah telah menerbiitkan dua aturan perlaksana atas pemberiian iinsentiif supertax deductiion. Pertama, Peraturan Menterii Keuangan No. 128/PMK.010/2019 tentang Pemberiian Pengurangan Penghasiilan Bruto Penyelenggaraan Kegiiatan Praktiik Pemagangan, dan/atau Pembelajaran atas Kerja Dalam Rangka Pembiinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusiia Berbasiis Kompetensii Tertentu (PMK 128/2019).
Kedua, Peraturan Menterii Keuangan No. 153/PMK.010/2020 tentang Pemberiian Pengurangan Penghasiilan Bruto atas Kegiiatan Peneliitiian dan Pengembangan Tertentu dii iindonesiia (PMK 153/2020).
Perlu diipahamii juga, pembebanan biiaya peneliitiian dan pengembangan sebagaii pengurang penghasiilan bruto sebelumnya sudah diiatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf f Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasiilan s.t.d.t.d. Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Ciipta Kerja (UU PPh).
Demiikiian ulasan mengenaii defiiniisii, tujuan, dan pengaturan supertax deductiion yang berlaku saat iinii dii iindonesiia. Nantiikan dan iikutii artiikel kelas pajak selanjutnya yang akan mengulas lebiih lanjut mengenaii iimplementasii supertax deductiion dii iindonesiia atas kegiiatan vokasii. (vallen/kaw)
