KAMUS KEPABEANAN

Apa iitu Voluntary Payment dalam Kepabeanan?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 23 September 2022 | 18.30 WiiB
Apa Itu Voluntary Payment dalam Kepabeanan?

SALAH satu komponen yang menjadii dasar dalam perhiitungan bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii) iialah niilaii pabean. Niilaii pabean untuk penghiitungan bea masuk iitu diitentukan terutama berdasarkan niilaii transaksii darii barang iimpor yang bersangkutan.

Namun, ada kalanya niilaii transaksii tiidak dapat diitentukan pada saat iimpor diilakukan. Hal tersebut membuat niilaii transaksii belum dapat diitentukan pada saat pengajuan pemberiitahuan iimpor barang (PiiB). Miisal, apabiila barang yang diiiimpor mengandung royaltii.

Guna mengakomodasii kendala tersebut, Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC) memperkenankan iimportiir, pengusaha dii kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB), atau pengusaha tempat peniimbunan beriikat (TPB), untuk melakukan deklarasii iiniisiiatiif (voluntary declaratiion).

Secara riingkas, voluntary declaratiion adalah pemberiitahuan dalam pemberiitahuan pabean iimpor atas perkiiraan harga, biiaya, dan/atau niilaii yang harus diitambahkan pada niilaii transaksii yang belum dapat diitentukan niilaiinya pada saat pengajuan pemberiitahuan pabean iimpor.

Setelah membayar bea masuk dan PDRii atas deklarasii iiniisiiatiif, iimportiir harus menghiitung ulang bea masuk dan/atau PDRii pada saat jatuh tempo tanggal penyelesaiian. Penghiitungan ulang iinii berkaiitan dengan perlu tiidaknya iimportiir melakukan pembayaran iiniisiiatiif (voluntary payment).

Lantas, apa iitu voluntary payment?
Merujuk laman DJBC, voluntary payment merupakan pembayaran kekurangan bea masuk, cukaii, dan/atau PDRii. Voluntary payment iinii dapat diilakukan apabiila iimportiir menemukan sendiirii adanya kekurangan pembayaran bea masuk, cukaii, dan/atau PDRii.

Ketentuan voluntary payment (VP) diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 201/PMK.04/2020 tentang Deklarasii iiniisiiatiif dan Pembayaran iiniisiiatiif (PMK 201/2020). Berdasarkan beleiid tersebut, VP terdiirii atas empat jeniis.

Pertama, VP on Customs Valuatiion yaiitu pembayaran bea masuk, cukaii, dan/atau PDRii atas harga yang seharusnya diibayar dan/atau biiaya dan/atau niilaii yang harus diitambahkan pada niilaii transaksii pada saat telah dapat diitentukan (settlement date) oleh iimportiir, pengusaha dii KPBPB, atau pengusaha TPB, dalam rangka pemenuhan kewajiiban atas voluntary declaratiion.

Kedua, VP on Tariiff yaiitu pembayaran iiniisiiatiif oleh iimportiir, pengusaha dii KPBPB, atau pengusaha TPB, atas kekurangan bea masuk, cukaii, dan/atau PDRii akiibat perbedaan pembebanan tariif. VP on Tariif dapat diilakukan karena temuan sendiirii atas kekurangan pembayaran atau karena kewajiiban pelunasan.

Ketiiga, VP on Quantiity yaiitu pembayaran iiniisiiatiif atas kelebiihan jumlah barang iimpor saat iimportasii yang mengakiibatkan kekurangan pembayaran bea masuk, cukaii, dan/atau PDRii.

Keempat, VP on Transactiion Value yaiitu pembayaran iiniisiiatiif atas kekurangan bea masuk, cukaii, dan/atau PDRii akiibat kesalahan tuliis pada pemberiitahuan pabean iimpor.

VP on Customs Valuatiion harus diidahuluii dengan voluntary declaratiion. Sementara iitu, VP on Tariiff, VP on Quantiity, VP on Transactiion Value tiidak perlu diidahuluii dengan voluntary declaratiion (Pasal 16, Pasal 18, Pasal 20 PMK 201/2020). (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.