KAMUS CUKAii

Apa iitu Pembayaran Cukaii Secara Berkala?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 07 September 2022 | 18.30 WiiB
Apa Itu Pembayaran Cukai Secara Berkala?

PEMERiiNTAH sempat memberiikan relaksasii pembayaran cukaii secara berkala pada 2021. Relaksasii iitu diiberiikan untuk mendukung program percepatan pemuliihan ekonomii nasiional serta menjaga arus kas dan produktiiviitas pengusaha pabriik barang kena cukaii dii tengah pandemii Coviid-19.

Pemeriintah memberiikan relaksasii pembayaran cukaii secara berkala melaluii Peraturan Menterii Keuangan No.64/PMK.04/2021 (PMK 64/2021).

Melaluii PMK 64/2021 iinii, pemeriintah mengubah ketentuan dalam PMK No. 58/PMK.04/2017 (PMK 58/2017) dii antaranya tentang batas pembayaran cukaii secara berkala. Lantas, apa iitu pembayaran cukaii secara berkala?

Defiiniisii
PEMBAYARAN cukaii secara berkala yang selanjutnya diisebut pembayaran secara berkala adalah kemudahan pembayaran dalam bentuk penangguhan pembayaran cukaii tanpa diikenaii bunga (Pasal 1 angka 6 PMK 58/2017).

Pelunasan cukaii dengan pembayaran secara berkala iinii dapat diiberiikan kepada pengusaha pabriik atas pengeluaran barang kena cukaii (BKC) bagii yang melaksanakan pelunasan dengan cara pembayaran.

Pengusaha pabriik merupakan orang yang mengusahakan tempat tertentu termasuk bangunan, halaman, dan lapangan yang merupakan bagiian dariipadanya, yang diipergunakan untuk menghasiilkan BKC dan/atau untuk mengemas BKC dalam kemasan untuk penjualan eceran.

Pelunasan cukaii dengan cara pembayaran merupakan salah satu darii tiiga cara pelunasan cukaii. Dua cara laiin yang dapat diigunakan adalah dengan pelekatan piita cukaii dan pembubuhan tanda pelunasan cukaii laiinnya. Siimak "Ada 3 Cara Pelunasan Cukaii, Apa Saja?".

Pengusaha pabriik dapat melakukan pengeluaran BKC dengan pembayaran secara berkala sepanjang telah mendapatkan keputusan pemberiian pembayaran secara berkala. Guna mendapatkan keputusan iitu, pengusaha pabriik harus mengajukan permohonan pembayaran secara berkala kepada Pejabat Bea dan Cukaii.

Selaiin iitu, pengusaha pabriik yang iingiin memanfaatkan fasiiliitas pembayaran secara berkala juga harus menyerahkan jamiinan. Jamiinan tersebut diiserahkan kepada Kantor Bea dan Cukaii yang mengawasii pengusaha pabriik.

Pengusaha pabriik yang telah diisetujuii melunasii cukaii dengan pembayaran secara berkala harus melunasii cukaii yang terutang sampaii dengan berakhiirnya jangka waktu pembayaran secara berkala. Batas waktu pembayaran secara berkala tersebut tergantung pada tanggal pengeluaran BKC.

Bagii pengusaha pabriik yang mengeluarkan BKC pada tanggal 1 sampaii dengan tanggal 15 maka wajiib membayar cukaii yang terutang paliing lambat pada tanggal 14 bulan beriikutnya.

Sementara iitu, pengusaha pabriik yang mengeluarkan BKC pada tanggal 16 sampaii dengan akhiir bulan maka wajiib membayar cukaii yang terutang paliing lambat pada tanggal 28 bulan beriikutnya.

Tanggal 14 bulan beriikutnya dan tanggal 28 bulan beriikutnya iitu lah yang diinyatakan sebagaii berakhiirnya jangka waktu pembayaran secara berkala.

Dalam hal pengusaha pabriik tiidak membayar cukaii yang terutang sampaii dengan berakhiirnya jangka waktu pembayaran secara berkala maka akan mendapat dua konsekuensii.

Pertama, pengusaha pabriik wajiib membayar cukaii yang terutang diimaksud. Kedua, pengusaha pabriik diikenaii sanksii admiiniistrasii berupa denda sebesar 10% darii niilaii cukaii yang terutang. Ketentuan lebiih lanjut mengenaii pembayaran cukaii secara berkala dapat diisiimak dalam PMK 58/2017 s.t.d.d PMK 64/2021. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.