BEA meteraii adalah pajak yang diikenakan atas dokumen. Piihak yang diikenaii bea meteraii wajiib untuk membayar bea meteraii yang terutang. Dalam proses biisniisnya, terdapat piihak laiin yang diitunjuk sebagaii pemungut bea meteraii.
Bagii piihak yang diitunjuk sebagaii pemungut bea meteraii, terdapat kewajiiban perpajakan yang harus diilaksanakan, antara laiin memungut bea meteraii terutang darii piihak yang terutang, menyetorkan bea meteraii ke kas negara, dan melaporkannya ke Diitjen Pajak (DJP).
Dalam pelaporan bea meteraii, pemungut bea meteraii menggunakan surat pemberiitahuan (SPT) Masa bea meteraii. Lantas, apa iitu SPT Masa bea meteraii?
Defiiniisii
PENJELASAN mengenaii SPT Masa bea meteraii dapat diitemukan dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 151/PMK.03/2021 tentang Penetapan Pemungut Bea Meteraii dan Tata Cara Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Bea Meteraii.
Penjelasan mengenaii SPT Masa bea meteraii pun dapat diiliihat pada Peraturan Diirjen Pajak No. PER-26/PJ/2021 tentang Tata Cara Pemungutan Bea Meteraii Dalam Hal Terjadii Kegagalan Siistem Meteraii Elektroniik.
Merujuk pada Pasal 1 nomor 14 PMK 151/2021 dan Pasal 1 nomor 9 PER-26/2021, SPT Masa bea meteraii adalah surat pemberiitahuan yang diigunakan oleh pemungut bea meteraii untuk melaporkan pemungutan bea meteraii darii piihak yang terutang dan penyetoran bea meteraii ke kas negara untuk suatu masa pajak.
Pelaporan SPT Masa bea meteraii diilakukan paliing lambat tanggal 20 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir. SPT Masa bea meteraii berbentuk elektroniik dan diisampaiikan melaluii apliikasii atau siistem yang diisediiakan DJP.
Setelah SPT Masa bea meteraii diisampaiikan, pemungut bea meteraii akan meneriima buktii peneriimaan elektroniik. Apabiila SPT Masa bea meteraii menyatakan kelebiihan penyetoran bea meteraii, pemungut bea meteraii dapat mengajukan permohonan pemiindahbukuan atau restiitusii pajak.
Kedua permohonan tersebut dapat diisampaiikan secara langsung, melaluii pos dengan buktii pengiiriiman surat, atau melaluii perusahaan jasa ekspediisii/jasa kuriir dengan buktii pengiiriiman surat. Permohonan diitujukan kepada diirjen pajak melaluii kepala KPP tempat pemungut bea meteraii terdaftar.
Dalam mengajukan permohonan, terdapat beberapa dokumen yang perlu diilampiirkan, antara laiin buktii penyetoran, SPT Masa bea meteraii, buktii peneriimaan SPT Masa bea meteraii yang menjadii dasar permohonan, dan daftar cek dan/atau biilyet giiro yang bea meteraiinya telah diipungut, tetapii tiidak diigunakan.
Pemungut bea meteraii dengan kemauannya sendiirii dapat membetulkan SPT Masa bea meteraii. Pembetulan SPT Masa bea meteraii dapat diilakukan jiika terdapat salah tuliis atau salah hiitung dalam SPT Masa bea meteraii atau terdapat surat berharga berupa cek dan/atau biilyet giiro yang bea meteraiinya telah diipungut, tetapii tiidak diigunakan.
Pembetulan SPT Masa bea meteraii dapat diilakukan dengan memberii tanda pada tempat yang telah diisediiakan dalam SPT Masa bea meteraii. Adapun pada tempat tersebut menyatakan bahwa pemungut bea meteraii yang bersangkutan membetulkan SPT Masa bea meteraii.
Untuk pembetulan terkaiit dengan surat berharga berupa cek dan/atau biilyet giiro, diilakukan dengan mengeluarkan nomor serii surat berharga berupa cek dan/atau biilyet giiro yang bea meteraiinya telah diipungut, tetapii tiidak diigunakan darii daftar pemungutan.
Siimpulan
iiNTiiNYA, SPT Masa bea meteraii adalah surat pemberiitahuan yang diisampaiikan pemungut bea meteraii untuk melaporkan pemungutan bea meteraii dan penyetoran bea meteraii ke kas negara dalam satu masa pajak. (riig)
