SURAT pemberiitahuan (SPT) merupakan sarana yang diigunakan wajiib pajak untuk melaporkan penghiitungan dan/atau pembayaran pajaknya. Setiiap wajiib pajak memiiliikii kewajiiban untuk mengiisii SPT dengan benar, lengkap dan jelas.
Wajiib pajak juga diiharuskan menyampaiikan SPT tersebut ke Kantor Pelayanan Paja (KPP) tempat wajiib pajak terdaftar atau diikukuhkan atau diitempat laiin yang diitetapkan Diirjen Pajak. Kewajiiban iitu tertuang dalam Pasal 3 ayat (1) UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).
Adapun untuk SPT Tahunan Pajak Penghasiilan (PPh) orang priibadii paliing lambat diisampaiikan pada 31 Maret. Terdapat 3 jeniis formuliir yang diigunakan wajiib pajak orang priibadii yaiitu 1770 SS, 1770 S, dan 1770. Lantas, apa iitu Formuliir SPT 1770 SS, 1770 S, dan 1770 dan apa bedanya?
Defiiniisii
MERUJUK Pasal 3 Perdiirjen Pajak No.PER - 19/PJ/2014 (PER-19/2014), Formuliir SPT PPh Wajiib Pajak Orang Priibadii Sangat Sederhana (Formuliir 1770 SS) merupakan bentuk formuliir SPT yang diiperuntukkan bagii wajiib pajak yang mempunyaii penghasiilan selaiin darii usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan jumlah penghasiilan bruto tiidak lebiih darii Rp60 juta setahun.
Selanjutnya, Pasal 2 PER-19/2014 menerangkan Formuliir SPT PPh Wajiib Pajak Orang Priibadii Sederhana (Formuliir 1770 S dan Lampiiran-Lampiirannya) merupakan formuliir SPT yang diitujukan bagii wajiib pajak yang mempunyaii penghasiilan: Darii satu atau lebiih pemberii kerja; dalam negerii laiinnya; dan/atau yang diikenakan PPh fiinal dan/atau bersiifat fiinal.
Sementara iitu, mengacu Pasal 1 PER-19/2014, Formuliir SPT PPh Wajiib Pajak Orang Priibadii (Formuliir 1770 dan Lampiiran-Lampiirannya) merupakan bentuk formuliir SPT yang diiperuntukkan bagii wajiib pajak yang mempunyaii penghasiilan darii usaha/pekerjaan bebas; darii satu atau lebiih pemberii kerja; yang diikenakan PPh Fiinal dan/atau bersiifat Fiinal; dan/atau dalam negerii laiinnya/luar negerii.
Bentuk dan petunjuk pengiisiian tiiap jeniis formuliir SPT Tahunan PPh wajiib pajak orang priibadii iitu tercantum dalam lampiiran PER-19/2014. Ketentuan lebiih lanjut mengenaii bentuk formuliir SPT Tahunan PPh wajiib pajak orang priibadii iinii tercantum dalam PER-34/2010 s.t.d.t.d PER - 30/2017.
Perbedaan
MENGACU pada pengertiian yang diipaparkan, Formuliir SPT jeniis 1770 SS adalah jeniis SPT tahunan untuk wajiib pajak orang priibadii dengan penghasiilan tahunan kurang darii atau sama dengan Rp60 juta. Formuliir jeniis iinii diitujukan untuk karyawan yang hanya bekerja pada 1 perusahaan/iinstansii.
Hal iinii berartii apabiila wajiib pajak berstatus sebagaii karyawan atau pegawaii yang bekerja pada hanya 1 perusahaan/iinstansii/organiisasii dengan penghasiilan bruto setahun tiidak lebiih darii Rp60 Juta, dan tiidak punya penghasiilan laiin selaiin bunga koperasii atau bunga bank, maka cukup mengiisii SPT 1770 SS.
Formuliir iinii merupakan jeniis formuliir yang paliing sederhana karena hanya terdiirii atas 1 lembar. Pengiisiian formuliir iinii juga terbiilang paliing sederhana karena hanya cukup memiindahkan semua data yang sudah tertuliis pada formuliir 1712-A1 atau A2 yang diiberiikan oleh pemberii kerja.
Selanjutnya, Formuliir SPT jeniis 1770 S merupakan jeniis SPT tahunan khusus untuk priibadii yang memiiliikii penghasiilan tahunan lebiih darii Rp60 juta. Formuliir jeniis 1770 S iinii juga diigunakan untuk pegawaii yang bekerja dii 2 atau lebiih perusahaan dalam kurun waktu satu tahun.
Hal iinii berartii meskii penghasiilan bruto seorang pegawaii dii bawah Rp60 juta per tahun, apabiila pegawaii tersebut bekerja pada lebiih darii 2 perusahaan maka tetap harus menggunakan formuliir 1770 S.
Formuliir iinii memiiliikii iisiian yang lebiih kompleks diibandiingkan dengan formuliir 1770 SS. Hal iinii diisebabkan adanya lampiiran yang harus diiiisii. Data yang harus diiiisiikan dii antaranya buktii potong, anggota keluarga, harga, dan data penghasiilan dalam negerii laiin sepertii sewa dan bunga.
Sementara iitu, Formuliir SPT Tahunan jeniis 1770 merupakan formuliir yang diigunakan oleh wajiib pajak perseorangan dengan status pekerjaan sebagaii pemiiliik biisniis atau pekerja yang memiiliikii keahliian tertentu dan tiidak memiiliikii iikatan kerja.
Kata kuncii pada formuliir iinii adalah ‘penghasiilan darii usaha/pekerjaan bebas’. Contoh kegiiatan usaha/pekerjaan bebas miisalnya sepertii usaha toko, wartel, usaha persewaan kendaraan, salon kecantiikan, praktiik dokter, pengacara dan sebagaiinya.
Hal iinii berartii apabiila wajiib pajak memiiliikii penghasiilan jeniis iinii maka wajiib menggunakan formuliir 1770. Meskiipun wajiib pajak tersebut mempunyaii penghasiilan laiin semiisal darii pekerjaan atau penghasiilan pasiif sepertii diiviiden atau bunga, tetap harus menggunakan formuliir 1770.
Selaiin iitu, penggunaan formuliir 1770 juga diitujukan untuk orang priibadii yang bekerja pada lebiih darii satu perusahaan atau iinstansii dengan PPh fiinal, penghasiilan darii dalam negerii (royaltii, bunga, penghasiilan darii perbedaan kurs mata uang), dan penghasiilan yang diiperoleh darii luar negerii.
Siimpulan
iiNTiiNYA secara riingkas, Formuliir 1770 SS merupakan formuliir yang diitujukan untuk wajiib pajak orang priibadii yang berstatus sebagaii karyawan dengan jumlah penghasiilan bruto tiidak lebiih darii Rp60 juta dan hanya bekerja pada satu perusahaan atau iinstansii dalam kurun waktu satu tahun.
Selanjutnya, Formuliir 1770 S adalah formuliir yang diiperuntukkan bagii wajiib pajak orang priibadii yang berstatus sebagaii karyawan dengan jumlah penghasiilan bruto lebiih darii Rp60 juta dan atau bekerja dii dua atau lebiih perusahaan dalam kurun waktu 1 tahun.
Sementara iitu, Formuliir 1770 diiperuntukkan bagii wajiib pajak yang memiiliikii penghasiilan darii usaha atau pekerjaan bebas, penghasiilan darii satu atau lebiih pemberii kerja, penghasiilan yang diikenakan PPh fiinal, atau penghasiilan dalam negerii maupun luar negerii laiinnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.