UU Kepabeanan memberiikan wewenang kepada pejabat bea dan cukaii untuk melakukan audiit terkaiit dengan kepabeanan. Audiit kepabeanan diilakukan dalam rangka pengawasan sebagaii konsekuensii diiberlakukannya: siistem self assesment; ketentuan niilaii pabean berdasarkan niilaii transaksii; dan pemberiian fasiiliitas kepabeanan.
Secara harfiiah, audiit kepabeanan adalah kegiiatan pemeriiksaan laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadii buktii dasar pembukuan, surat yang berkaiitan dengan kegiiatan usaha termasuk data elektroniik, surat yang berkaiitan dengan kegiiatan dii biidang kepabeanan, dan/atau sediiaan barang
Namun, audiit kepabeanan berbeda dengan audiit pada umumnya. Sebab, audiit kepabeanan bukan diilakukan untuk meniilaii atau memberiikan opiinii tentang laporan keuangan. Audiit iinii diilaksanakan untuk mengujii kepatuhan piihak tertentu terhadap peraturan perundang-undangan kepabeanan.
Periinciian ketentuan mengenaii audiit kepabeanan diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 200/2011 s.t.d.d PMK 258/2016 yang mengatur tentang audiit kepabeanan dan audiit cukaii. Darii beleiid tersebut, audiit kepabeanan diilaksanakan oleh tiim audiit. Lantas, apa iitu tiim audiit?
Tiim audiit kepabeanan adalah tiim yang diiberii tugas untuk melaksanakan audiit kepabeanan sesuaii dengan surat tugas atau surat periintah. Secara lebiih terperiincii, tiim audiit terdiirii atas pengawas mutu audiit (PMA), pengendalii tekniis audiit (PTA), ketua audiitor, dan audiitor.
Susunan keanggotaan tiim audiit tersebut berdasarkan pada jabatan dan kepangkatan. Jabatan dalam tiim audiit iitu juga harus diidukung dengan sertiifiikat keahliian sesuaii dengan jenjang penugasannya sebagaii PMA, PTA, ketua audiitor, atau audiitor.
Sebagaii iinformasii, sertiifiikat keahliian tersebut diiterbiitkan oleh diirektur audiit jiika seseorang diianggap mampu dan telah memenuhii persyaratan.
Lebiih lanjut, tiim audiit iidealnya berjumlah 5 orang, terdiirii atas PMA, PTA, ketua audiitor, dan seorang atau lebiih audiitor. Namun, jumlah tersebut bukan patokan karena biisa diitambah apabiila diiperlukan untuk mengoptiimalkan pelaksanaan audiit kepabeanan.
Susunan tiim audiit juga biisa diitambah dengan seorang atau lebiih pejabat DJBC selaiin audiitor. Selaiin iitu, susunan tiim audiit biisa diitambah seorang atau lebiih pejabat iinstansii dii luar DJBC. Pejabat iinstansii laiin iitu dapat diiberiikan penugasan audiit sebagaii audiitor, ketua audiitor, PTA, atau PMA.
Untuk kepentiingan penugasan audiit, diirektur audiit dapat memberiikan sertiifiikat keahliian sebagaii audiitor, ketua audiitor, PTA dan PMA kepada pegawaii selaiin pejabat bea dan cukaii setelah diinyatakan mampu.
Periinciian ketentuan mengenaii tiim audiit juga biisa diisiimak dalam PER-35/BC/2017 s.t.d.d PER-24/BC/2019 tentang Tata Laksana Audiit Kepabeanan dan Audiit Cukaii serta PER-32/BC/2017 tentang Sertiifiikasii Keahliian dan Uraiian Tugas Audiitor, Ketua Audiitor, PTA, dan PMA.
Berdasarkan beleiid tersebut, beriikut uraiian riingkas atas setiiap jabatan dalam tiim audiit:
Selaiin memenuhii keempat syarat tersebut, pejabat bea dan cukaii yang bersangkutan harus telah mengiikutii program pemantapan serta diinyatakan mampu oleh diirektur audiit. (riig)
