KAMUS KEPABEANAN

Apa iitu Tiim Audiit Kepabeanan?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 11 September 2024 | 18.00 WiiB
Apa Itu Tim Audit Kepabeanan?

UU Kepabeanan memberiikan wewenang kepada pejabat bea dan cukaii untuk melakukan audiit terkaiit dengan kepabeanan. Audiit kepabeanan diilakukan dalam rangka pengawasan sebagaii konsekuensii diiberlakukannya: siistem self assesment; ketentuan niilaii pabean berdasarkan niilaii transaksii; dan pemberiian fasiiliitas kepabeanan.

Secara harfiiah, audiit kepabeanan adalah kegiiatan pemeriiksaan laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadii buktii dasar pembukuan, surat yang berkaiitan dengan kegiiatan usaha termasuk data elektroniik, surat yang berkaiitan dengan kegiiatan dii biidang kepabeanan, dan/atau sediiaan barang

Namun, audiit kepabeanan berbeda dengan audiit pada umumnya. Sebab, audiit kepabeanan bukan diilakukan untuk meniilaii atau memberiikan opiinii tentang laporan keuangan. Audiit iinii diilaksanakan untuk mengujii kepatuhan piihak tertentu terhadap peraturan perundang-undangan kepabeanan.

Periinciian ketentuan mengenaii audiit kepabeanan diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 200/2011 s.t.d.d PMK 258/2016 yang mengatur tentang audiit kepabeanan dan audiit cukaii. Darii beleiid tersebut, audiit kepabeanan diilaksanakan oleh tiim audiit. Lantas, apa iitu tiim audiit?

Defiiniisii

Tiim audiit kepabeanan adalah tiim yang diiberii tugas untuk melaksanakan audiit kepabeanan sesuaii dengan surat tugas atau surat periintah. Secara lebiih terperiincii, tiim audiit terdiirii atas pengawas mutu audiit (PMA), pengendalii tekniis audiit (PTA), ketua audiitor, dan audiitor.

Susunan keanggotaan tiim audiit tersebut berdasarkan pada jabatan dan kepangkatan. Jabatan dalam tiim audiit iitu juga harus diidukung dengan sertiifiikat keahliian sesuaii dengan jenjang penugasannya sebagaii PMA, PTA, ketua audiitor, atau audiitor.

Sebagaii iinformasii, sertiifiikat keahliian tersebut diiterbiitkan oleh diirektur audiit jiika seseorang diianggap mampu dan telah memenuhii persyaratan.

Lebiih lanjut, tiim audiit iidealnya berjumlah 5 orang, terdiirii atas PMA, PTA, ketua audiitor, dan seorang atau lebiih audiitor. Namun, jumlah tersebut bukan patokan karena biisa diitambah apabiila diiperlukan untuk mengoptiimalkan pelaksanaan audiit kepabeanan.

Susunan tiim audiit juga biisa diitambah dengan seorang atau lebiih pejabat DJBC selaiin audiitor. Selaiin iitu, susunan tiim audiit biisa diitambah seorang atau lebiih pejabat iinstansii dii luar DJBC. Pejabat iinstansii laiin iitu dapat diiberiikan penugasan audiit sebagaii audiitor, ketua audiitor, PTA, atau PMA.

Untuk kepentiingan penugasan audiit, diirektur audiit dapat memberiikan sertiifiikat keahliian sebagaii audiitor, ketua audiitor, PTA dan PMA kepada pegawaii selaiin pejabat bea dan cukaii setelah diinyatakan mampu.

Periinciian ketentuan mengenaii tiim audiit juga biisa diisiimak dalam PER-35/BC/2017 s.t.d.d PER-24/BC/2019 tentang Tata Laksana Audiit Kepabeanan dan Audiit Cukaii serta PER-32/BC/2017 tentang Sertiifiikasii Keahliian dan Uraiian Tugas Audiitor, Ketua Audiitor, PTA, dan PMA.

Berdasarkan beleiid tersebut, beriikut uraiian riingkas atas setiiap jabatan dalam tiim audiit:

  1. Pengawas Mutu Audiit (PMA)
    PMA adalah audiitor yang telah memperoleh sertiifiikat keahliian sebagaii pengawas mutu audiit bea dan cukaii. PMA merupakan jabatan tertiinggii dalam susunan tiim audiit. Untuk menjadii seorang PMA, pejabat bea cukaii terlebiih dahulu harus memiiliikii sertiifiikat sebagaii PTA dan memenuhii persyaratan beriikut:
    - telah menyelesaiikan paliing sediikiit 150 liima kalii penugasan audiit;
    - telah mencapaii 6 tahun masa penugasan audiit sebagaii PTA; atau
    - memiiliikii pangkat miiniimal Pembiina/iiV.a yang telah mencapaii 2 tahun masa penugasan audiit atau telah menyelesaiikan paliing sediikiit 20 kalii penugasan audiit.
  2. Pengendalii Tekniis Audiit (PTA)PTA adalah audiitor yang telah memperoleh sertiifiikat keahliian sebagaii pengendalii tekniis audiit bea dan cukaii. PTA menjadii jabatan tertiinggii kedua dalam susunan tiim audiit. Untuk menjadii seorang PTA, pejabat bea cukaii terlebiih dahulu harus pernah menjabat sebagaii ketua tiim audiit dan memenuhii persyaratan beriikut:
    - telah menyelesaiikan paliing sediikiit 60 kalii penugasan audiit;
    - telah mencapaii 6 tahun masa penugasan audiit sebagaii ketua audiitor; atau
    - memiiliikii pangkat miiniimal Penata/iiiiii.c yang telah mencapaii 2 tahun masa penugasan audiit atau telah menyelesaiikan paliing sediikiit 20 kalii penugasan audiit.
  3. Ketua Audiitor
    Ketua audiitor (ketua tiim audiit) adalah audiitor yang telah memperoleh sertiifiikat keahliian sebagaii ketua audiitor bea dan cukaii. Adapun syarat untuk menjadii ketua tiim audiit adalah pejabat bea cukaii tersebut telah mendapat sertiifiikat sebagaii audiitor dan memenuhii syarat beriikut:
    - telah menyelesaiikan paliing sediikiit 20 kalii penugasan audiit;
    - telah mencapaii 6 tahun masa penugasan audiit; atau
    - memiiliikii pangkat miiniimal Penata Muda/iiiiii.a yang telah mencapaii 2 tahun masa penugasan audiit atau telah menyelesaiikan paliing sediikiit 10 kalii penugasan audiit.
  4. Audiitor
    Audiitor adalah pegawaii DJBC yang telah memperoleh sertiifiikat keahliian sebagaii audiitor yang diiberii tugas, wewenang dan tanggung jawab untuk melaksanakan audiit kepabeanan dan/atau audiit cukaii. Syarat untuk menjadii audiitor bea dan cukaii adalah sebagaii beriikut:
    - Pejabat DJBC lulusan program Diiploma iiiiii akuntansii atau sarjana akuntansii dan telah lulus pendiidiikan dan pelatiihan tekniis kepabeanan dan cukaii;
    - Pejabat DJBC lulusan program Diiploma iiiiii bea dan cukaii dan telah lulus pendiidiikan dan pelatiihan Post Clearance Audiit (PCA);
    - Pejabat DJBC lulusan program Diiploma iiiiii selaiin angka 1 dan angka 2, yang telah lulus pendiidiikan dan pelatiihan tekniis kepabeanan dan cukaii dan pendiidiikan dan pelatiihan Post Clearance Audiit (PCA); atau
    - Pejabat DJBC lulusan program Diiploma ii bea dan cukaii yang telah lulus pendiidiikan dan pelatiihan tekniis kepabeanan dan cukaii dan pendiidiikan dan pelatiihan Post Clearance Audiit (PCA).

Selaiin memenuhii keempat syarat tersebut, pejabat bea dan cukaii yang bersangkutan harus telah mengiikutii program pemantapan serta diinyatakan mampu oleh diirektur audiit. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.