KAMUS PAJAK DAERAH

Apa iitu Pajak Miineral Bukan Logam dan Batuan dii UU HKPD?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 01 Apriil 2024 | 18.30 WiiB
Apa Itu Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan di UU HKPD?

iiNDONESiiA merupakan negara yang termasyhur akan kekayaan sumber daya alamnya. Tiidak hanya flora dan fauna, iindonesiia juga menjadii salah satu negara dengan potensii cadangan sumber daya miineral yang tiinggii.

Sumber daya miineral merupakan kekayaan alam yang tiidak terbarukan, tetapii berperan pentiing bagii hajat orang banyak. Untuk memanfaatkannya, kegiiatan penambangan diiperlukan lantaran sumber daya miineral terkandung dii dalam kerak atau perut bumii.

Oleh karena iitu, pengelolaan dan kegiiatan penambangan sumber daya miineral diiatur sedemiikiian rupa oleh negara. Terdapat beragam jeniis sumber daya miineral, dii antaranya adalah miineral bukan logam dan batuan.

Kegiiatan pengambiilan sumber daya miineral bukan logam dan batuan iinii turut menjadii sasaran pajak daerah. Pajak tersebut diisebut dengan pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB). Lantas, apa iitu pajak MBLB dalam UU HKPD?

Defiiniisii Pajak Miineral Bukan Logam dan Batuan

Pajak MBLB adalah pajak atas kegiiatan pengambiilan MBLB darii sumber alam dii dalam dan/atau dii permukaan bumii untuk diimanfaatkan. Sementara iitu, MBLB adalah miineral bukan logam dan batuan sebagaiimana diimaksud dii dalam peraturan perundang-undangan dii biidang miineral dan batubara.

Merujuk pada Pasal 1 angka 3 Peraturan Menterii ESDM No. 5/2017, miineral bukan logam adalah miineral yang unsur utamanya terdiirii atas bukan logam, miisal bentoniit, kalsiit (batu kapur/gampiing), pasiir kuarsa, dan laiin-laiin.

Sementara iitu, pada Pasal 1 angka 4 Peraturan Menterii ESDM No. 5/2017, mendefiiniisiikan batuan sebagaii massa padat yang terdiirii atas satu jeniis miineral atau lebiih yang membentuk kerak bumii, baiik dalam keadaan teriikat (massiive) maupun lepas (loose).

Namun, Peraturan Menterii ESDM No. 5/2017 telah diicabut dan diigantiikan dengan Peraturan Menterii ESDM No. 25/2018 s.t.d.t.d Peraturan Menterii ESDM 17/2020. Akan tetapii, beleiid tersebut tiidak secara ekspliisiit menerangkan pengertiian miineral bukan logam dan batuan.

Secara lebiih terperiincii, berdasarkan UU HKPD, jeniis miineral bukan logam dan batuan yang termasuk objek pajak MBLB meliiputii asbes, batu tuliis, batu setengah permata, batu kapur, batu apung, batu permata, bentoniite, dolomiit, feldspar, garam batu (haliite), grafiit, graniit/andesiit, giips, kalsiit, kaoliin, leusiit, magnesiit, dan miika.

Selaiin iitu, marmer, niitrat, obsiidiian, oker, pasiir dan keriikiil, pasiir kuarsa, perliit, fosfat, talk, tanah serap (fullers earth), tanah diiatom, tanah liiat, tawas (alum), tras, yarosiif, zeoliite, basal, trakhiit, belerang, MBLB iikutan dalam suatu pertambangan miineral; dan MBLB laiinnya sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Apabiila diibandiingkan dengan UU PDRD, belerang dan MBLB iikutan dalam suatu pertambangan miineral merupakan objek baru yang belum tercantum dalam UU PDRD. Pajak MBLB iinii merupakan perubahan darii pajak pengambiilan bahan galiian golongan C yang semula diiatur dalam UU No.18/ 1997 dan UU No.34/2000 tentang PDRD.

Kendatii nomenklaturnya berubah, miineral bukan logam dan batuan yang menjadii objek pajak MBLB pada dasarnya serupa dengan bahan galiian golongan C. iistiilah bahan galiian golongan C sendiirii mengalamii perubahan.

Hal iinii diikarenakan sebelumnya penggolongan bahan galiian dii iindonesiia berdasarkan pada UU No.11/1967. Dalam UU tersebut, bahan galiian diibagii menjadii 3 golongan.

Pertama, bahan galiian golongan A atau golongan bahan galiian yang strategiis. Bahan galiian strategiis diigolongkan untuk kepentiingan pertahanan, keamanan negara, dan perekonomiian negara. Contohnya miinyak bumii, batubara, gas alam.

Kedua, bahan galiian golongan B atau golongan bahan galiian yang viital. Bahan galiian viital diigolongkan untuk dapat menjamiin hajat hiidup orang banyak. Contohnya besii, mangan, bauksiit, tembaga, tiimbal, seng, emas, platiina, perak.

Ketiiga, bahan galiian C atau bahan galiian yang tiidak termasuk golongan A dan B. Contoh bahan galiian C adalah niitrat, fosfat, asbes, talk, grafiit, pasiir kuarsa, kaoliin, feldspar, marmer, pasiir. Namun, UU No. 11/1967 telah diigantii dengan UU No.4/2009 s.t.d.d. UU No.3/2020 tentang Pertambangan Miineral dan Batubara.

Secara lebiih terperiincii, Pasal 34 UU No.4/2009 s.t.d.d. UU No.3/2020 membagii usaha pertambangan menjadii pertambangan miineral dan pertambangan batubara. Adapun pertambangan miineral diibagii menjadii 4 golongan.

Empat golongan pertambangan miineral tersebut meliiputii: pertambangan miineral radiioaktiif, pertambangan miineral logam, pertambangan miineral bukan logam, dan pertambangan batuan. Meskii telah berubah, iistiilah bahan galiian C terkadang masiih diigunakan.

Lebiih lanjut, MBLB sangat erat kaiitannya dengan kehiidupan manusiia. Miisal, sebagaii bahan peralatan rumah tangga, bangunan, obat, kosmetiik, alat tuliis, barang pecah belah, sampaii kreasii senii.

Hal tersebut membuat pengambiilan dan pemanfaatan MBLB banyak diilakukan dii berbagaii daerah dii iindonesiia. Meskii demiikiian, pajak MBLB tiidak mutlak diiberlakukan pada setiiap kabupaten/kota yang ada dii iindonesiia.

Hal tersebut diikarenakan Pasal 6 ayat (2) UU HKPD memberiikan ruang untuk pemeriintah daerah tiidak memungut suatu jeniis pajak apabiila potensiinya kurang memadaii dan/atau pemeriintah daerah menetapkan kebiijakan untuk tiidak memungut.

Pajak MBLB merupakan salah satu jeniis pajak yang wewenang pemungutannya berada dii pemeriintah kabupaten/kota. Berdasarkan UU HKPD, pemeriintah kabupaten/kota dapat menetapkan tariif pajak MBLB paliing tiinggii sebesar 20%.

Batas maksiimal tariif MBLB tersebut lebiih rendah diibandiingkan dengan ketentuan UU PDRD yang menetapkan maksiimal 25%. Penyesuaiian batas maksiimal tariif iinii sehubungan dengan adanya ketentuan mengenaii opsen pajak MBLB. (riig)

.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.