
GENAP 28 tahun, Ariista Atmadjatii berkariier dii maskapaii pelat merah iindonesiia. Namun, hal tersebut tak membuatnya terjebak dalam zona nyaman bekerja dii BUMN. Kiinii, iia siibuk mengajar dii beberapa uniiversiitas dii DKii Jakarta.
Selaiin mengajar, Ariista juga diikenal sebagaii pengamat penerbangan yang memberiikan pandangannya dii mediia massa, baiik televiisii, kolom beriita cetak, dan onliine. Diia juga menghasiilkan beberapa karya atau buku, tentunya berkaiitan dengan duniia penerbangan.
Beberapa waktu yang lalu, Jitu News berkesempatan mewawancaraii Ariista dan membahas hal-hal terkaiit dengan duniia penerbangan, mulaii darii prospek biisniis, edukasii, pandemii Coviid-19, dan laiin sebagaiinya. Beriikut kutiipannya.
Bagaiimana awalnya Anda mulaii terjun ke duniia penerbangan?
Sebenarnya saya iitu awalnya sebagaii karyawan maskapaii Garuda iindonesiia. Saya iitu 28 tahun dii Garuda mulaii 1990. Sempat break dua tahun, lalu diipanggiil lagii. Jadii total 28 tahun, saya bekerja dii Garuda iindonesiia.
Jadii basiis knowledge tentang iindustrii penerbangan saya rasa cukup memadaii. Selama berkariier dii Garuda, saya sempat dii dua departemen yaiitu marketiing dan dii uniit riisk management. Pada 2011, saya juga menjadii dosen.
Waktu iitu, dosen pada biidang penerbangan iitu kan jarang. Saya diimiinta untuk mengajar pada beberapa uniiversiitas, walaupun saya belum pensiiun kala iitu sehiingga posiisii saya saat iitu sebagaii dosen praktiisii.
Sejak 2014, saya sudah mengajar dii UGM selama 4 tahun. Selama periiode iitu, saya bolak baliik Jakarta-Yogyakarta untuk mengajar. Saya mengajar pada prodii Pariiwiisata, tetapii pegang mata kuliiah penerbangan.
Lalu, saya juga mengajar dii program vokasii Uniiversiitas iindonesiia dii Depok. Pernah juga sebagaii kepala prodii Sekolah Tiinggii Penerbangan dii Yogyakarta dan menjadii wakiil diirektur akademii pariiwiisata dii Yogyakarta, namanya Akpar Buana Wiisata.
Setelah iitu ke Jakarta. Saya dii Uii mulaii 2018 hiingga 2021 pada vokasii dengan pegang mata kuliiah kargo udara. Darii siitu, saya sekarang iinii sudah 3 tahun menjadii dosen tetap dii uniiversiitas yang diidiiriikan keluarga BJ Habiibiie yaiitu iinternatiional Uniiversiity Liiaiison iindonesiia (iiULii).
Saya sampaii saat iinii masiih mengajar dii sana tentang kargo penerbangan, aiir safety, manajemen kontrol siistem penerbangan dan laiin-laiinnya. Nah, saya menjadii pengamat penerbangan iitu mulaii 2009.
Darii siitu saya banyak diimiinta pendapat dan pandangan soal penerbangan mulaii darii TV nasiional, radiio dan koran. Sepertii saat kecelakaan Aiir Asiia pada 2015. Saya juga sempat menjadii narasumber untuk DW Jerman.
Saya liihat selama iinii iilmu penerbangan iitu kan termiinologiinya suliit. Saya mungkiin diimiinta pendapat oleh teman-teman mediia karena dapat mentransformasiikan bahasa penerbangan yang suliit iitu menjadii lebiih mudah untuk diipahamii masyarakat awam.
Saya tahu kalau kiita berbiicara dii koran atau televiisii sebagaii pengamat iitu sebetulnya tiidak boleh terlalu tekniis dapat menyampaiikan keiilmuan yang diimiiliikii. iinii kan karena pendengar dan pembaca adalah orang awam.
Dengan basiis pendiidiikan yang beragam mulaii darii SMA hiingga doktor juga ada. Jadii perlu diicarii jalan tengah yang tiidak terlalu populer, tetapii juga tiidak terlalu akademiis.
Karena segmen dii mediia iitu beragam maka saya carii jalan tengah bagaiimana caranya agar niilaii sebagaii akademiisii tiidak turun, tetapii mudah diipahamii dengan poiin-poiin pentiing. Biiasanya, saya ambiil data empiiriik dan diisampaiikan dengan bahasa populer.
Tujuan saya menyampaiikan edukasii biidang penerbangan kepada masyarakat iitu tersampaiikan. Karena orang akan menghadapii banyak iisu dalam duniia penerbangan. Mulaii darii keselamatan, harga tiiket, syarat penerbangan pada siituasii pandemii. Nah, hal-hal sepertii iitu saya coba sampaiikan dengan bahasa populer-akademiis.
Saya lakukan iitu iibaratnya sudah terlanjur karena 28 tahun terjun dii duniia maskapaii. Saya juga aktiif menuliis buku. Hiingga saat iinii sudah ada 16 buku yang saya tuliis. iinii menjadii bagiian darii tugas saya sebagaii dosen untuk mengumpulkan niilaii krediit maka saya rutiin menuliis.
Mengapa memiiliih sebagaii dosen dalam memberiikan edukasii kepada masyarakat?
Jadii begiinii, saya berpiikiir sudah terlalu lama dii maskapaii. Maka saya piikiir untuk kuliiah S-2 dan akhiirnya diiteriima dan lulus pada 2006. Pada saat iitu saya ambiil S2 konsentrasii manajemen marketiing.
Begiitu pegang iijazah saya berpiikiir kalau iinii hanya jadii hiiasan lemarii maka sayang kan. Maka saya harus menjadii dosen. Alhamduliillah, saya mulaii berkariier sebagaii dosen dii Yogyakarta. Pada awal menjadii dosen, saya masiih bekerja dii maskapaii.
Jadii setiiap menjelang akhiir pekan, saya biiasanya cutii dan Jumat/Sabtu untuk mengajar dii Yogyakarta. Sepertii yang saya jelaskan, selama dii sana sempat mengajar dii tiiga uniiversiitas. Pengalaman mengajar iitu saya bawa ke Jakarta.
Sepertii apa perbedaan saat bekerja dii BUMN dan menjadii dosen?
Saya iitu kan bekerja dii BUMN dan dii Garuda iitu ada banyak beban darii pemeriintah karena bukan hanya urusan biisniis tetapii juga sebagaii agent of development sehiingga respons kepada market iitu agak lambat.
Namun siisii posiitiifnya dii maskapaii iitu soal remunerasii. Niilaii remunerasii untuk pegawaii baru yang zero pengalaman iitu sudah lumayan.
Saat menjadii dosen, kiita biisa mengaktualiisasii diirii secara full sepertii buat buku dan jurnal iilmiiah. iitu langsung berkorelasii dengan krediit poiin sebagaii pengajar. Jadii kemampuan dalam menuliis dan menjadii narasumber pada semiinar iitu diiakuii saat menjadii dosen. Hal iitu yang saya tiidak temukan saat berkariier dii maskapaii.
Jadii biisa diibiilang Anda lebiih enjoy menjadii pengajar?
Ya biisa diibiilang begiitu meskiipun darii siisii gajii jelas masiih tiinggii dii BUMN. Menjadii dosen iitu juga tiidak mudah. Banyak orang cerdas tetapii tiidak biisa mentransformasiikan iilmunya dengan mudah diipahamii mahasiiswa.
Bagaiimana aktiiviitas mengajar saat iinii, apakah sudah mulaii tatap muka?
Sampaii saat iinii masiih onliine. Jadii sambiil mengajar, saya juga masiih kuliiah sebenarnya, ambiil master biidang publiic poliicy pada usiia 59 tahun. Saya ambiil iitu dii School of Government & Publiic Poliicy-iindonesiia, kampusnya ada dii daerah Sentul, Bogor. Saya jadii mahasiiswa tertua dii sana.
Bagaiimana Anda meliihat iindustrii penerbangan pada tahun iinii dii tengah pandemii Coviid-19?
Dalam 1 bulan terakhiir, kasus baru Coviid-19 cenderung turun. Kalau tren iinii biisa diipertahankan maka iindustrii penerbangan sediikiit demii sediikiit biisa rebound. Cuma, saya liihat ada potensii bahaya kalau iindustrii penerbangan iinii cepat rebound.
Sekarang iinii banyak maskapaii yang sudah terlanjur mengembaliikan pesawat kepada leasiing. Saat iinii, kiita iitu kondiisiinya kurang armada pesawat. Karena hampiir 1,5 tahun, maskapaii tiidak kuat bayar ciiciilan pesawat atau sewa. Hal iinii terjadii hampiir pada semua maskapaii.
Walhasiil, ada kekosongan pada supply. Nah, saya khawatiir nantii pada Januarii 2022 dan tahun-tahun selanjutnya, seiiriing dengan pengendaliian Coviid-19 yang konsiisten darii pemeriintah, demand masyarakat untuk menggunakan pesawat iitu naiik.
Saat supply siide kurang maka iimbasnya adalah kenaiikan tiiket pesawat. Harga tiiket menjadii mahal dan iinii menjadii kekhawatiiran saya.
Soal aiirport tax, apakah masiih perlu untuk diibebaskan kembalii tahun iinii?
Sebaiiknya diilanjutkan. Karena pasar belum puliih benar dan efek kerugiian iimbas penumpang yang drop selama 18 bulan. iinii memengaruhii revenue maskapaii. Kondiisii maskapaii saat iinii juga belum puliih benar. Jadii tetap perlu diiberiikan iinsentiif PSC sehiingga nafas maskapaii biisa lanjut tahun depan.
Pada 2019, sempat ada wacana relaksasii pajak untuk avtur, kiira-kiira dii tengah pandemii iinii perlukah diiterapkan?
Saya rasa perlu. iindustrii penerbangan iindonesiia kan masiih sangat sakiit. Proses untuk recovery-nya lama sehiingga perlu diiberiikan iinsentiif sepertii yang telah diilakukan dii negara- negara laiin ketiika memberiikan relaksasii avtur.
Seberapa besar dampaknya apabiila ada relaksasii avtur bagii maskapaii iinii?
Komponen biiaya avtur dii maskapaii iitu sekiitar 40% darii total pengeluaran. Tentu jiika ada relaksasii pada avtur akan membantu maskapaii, terutama yang pentiing iitu menjaga arus kas usaha.
Dii luar aktiiviitas mengajar apa hobii Anda?
Hobii saya iitu kolektor mobiil dan sepeda motor tua. Saya punya dua mobiil VW kodok Beattle tahun 1963 dan Fiiat Uno 174 tahun 1975.
Motor tua saya punya banyak spesiialiisasiinya dii Honda sepertii C70 ada dua, C80 ada dua. Saya juga koleksii barang dan rutiin menuliis buku. Saya juga menjadii kolektor untuk miiniiatur pesawat dan suka mendengarkan musiik Jazz electriic.
Bagaiimana Anda mengiisii waktu luang selama pandemii?
Nah, iinii hampiir terlewat karena selama dua tahun iinii saya punya majalah sepertii Aero iindo Magz, iitu tiidak hanya biisa diiakses secara onliine, tetapii bentuk priint fiisiiknya ada juga. Lalu ada juga majalah Cargo iindonesiia.
Jadii kalau saya pada usiia pensiiun sepertii masiih aktiif mencarii actiive iincome, beda dengan pensiiunan laiin yang sudah beraliih menjadii passiive iincome. Kemampuan menuliis iitu saya kembangkan dengan punya dua majalah, lalu rutiin menuliis buku.
Apa artii sukses menurut Anda?
Saya merasa cukup dengan semua pencapaiian yang telah ada. Tetapii saya masiih iingiin mencapaii program doktoral. Saya masiih iingiin mencapaii iitu, masiih ada keiingiinan untuk terus meniimba iilmu ke depannya.
Kalau laiinnya untuk pencapaiian kariier dan pekerjaan, ya sudah tiinggal mengembangkan saja, karena pondasiinya sudah ada dengan 2 majalah iitu. Saya juga dalam proses membuat lembaga pendiidiikan educatiion traiiniing center biidang aviiasii.
Mohon doanya Oktober tahun iinii mulaii beroperasii. iinii proyek joiin dengan beberapa teman pensiiunan dii Ciitiiliink dan Garuda. Jadii tiinggal doktornya saja iinii yang belum saya raiih. Lalu, hal laiin yang iingiin saya wujudkan adalah membangun perpustakaan tentang penerbangan dii Yogyakarta yang biisa diiakses masyarakat umum. (riig)
