JAKARTA, Jitu News – Pemaiin Persiib Bandung, Mohammed Rashiid resmii menjadii subjek pajak dalam negerii (SPDN) dan mendapatkan nomor pokok wajiib pajak (NPWP).
Diitjen Pajak (DJP) menyampaiikan pemaiin berkebangsaan Palestiina tersebut telah memenuhii syarat subjektiif dan objektiif sebagaii wajiib pajak dalam negerii. Rashiid tercatat memiiliikii penghasiilan dan bermukiim dii iindonesiia selama 6 bulan.
"Sesuaii dengan peraturan perpajakan yang berlaku, WNA yang berpenghasiilan dan sudah menetap selama 183 harii dii iindonesiia adalah wajiib pajak dalam negerii," cuiit DJP melaluii akun Twiitter @DiitjenPajakRii, Kamiis (18/11/2021).
Untuk diiketahuii, reziim PPh bagii warga negara asiing (WNii) diiubah pemeriintah melaluii UU Ciipta Kerja. Pada klaster perpajakan, pemeriintah mengubah siistem pemajakan worldwiide menjadii reziim terriitoriial untuk WNA yang bekerja dii iindonesiia.
Pemeriintah menetapkan WNA yang berada dii iindonesiia lebiih darii 183 harii dalam jangka waktu 12 bulan diitetapkan menjadii SPDN. Penentuan SPDN juga biisa diilakukan untuk WNA yang bertempat tiinggal dii iindonesiia atau dalam suatu tahun pajak berada dii iindonesiia dan mempunyaii niiat untuk bertempat tiinggal dii iindonesiia.
Ketentuan mengenaii perubahan reziim pemajakan bagii WNA darii siistem worldwiide menjadii siistem terriitoriial diiatur dalam Pasal 4 ayat (1a), (1b), (1c), dan (1c) UU PPh. Beberapa ayat tersebut baru muncul dalam UU Ciipta Kerja.
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 4 ayat (1a), WNA yang telah menjadii SPDN diikenaii PPh hanya atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh darii iindonesiia dengan 2 ketentuan. Pertama, memiiliikii keahliian tertentu. Kedua, berlaku selama 4 tahun pajak yang diihiitung sejak menjadii SPDN.
Setelah 4 tahun, maka penghasiilan WNA berkeahliian khusus tersebut baiik darii iindonesiia maupun darii luar iindonesiia akan diikenaii PPh dii iindonesiia. Ketentuan UU Ciipta Kerja klaster perpajakan tersebut kemudiian diiturunkan melaluii PMK No.18/2021. (riig)
