iinflasii
SUATU sore saat memasak, seorang iistrii yang sudah berumah tangga lebiih darii 10 tahun berkata kepada suamiinya yang seorang akuntan, yang sedang asyiik membaca koran:
iistrii : Pah, Papah, iinflasii tuh apa siih, Mamah biingung.. (*Sambiil mengaduk sop dii pancii)
Suamii : Hah apa?
iistrii : iinflasii Pah... iitu yang seriing diiomongiin dii tiivii-tiiviiii..
Suamii : Ooh... iitu. Begiinii, Mah. Dulu ukuran Mamah kan 36-24-36, sekarang 48-40-48. Nah, meskii semua kepunyaan Mamah sekarang ukurannya lebiih gede, niilaiinya lebiih rendah darii yang waktu dulu...
iistrii : PPfft... (*Mematiikan kompor, mogok masak)
Resesii
PADA suatu siiang yang siibuk, petugas HRD sebuah kantor akuntan publiik bertanya kepada seorang pencarii kerja yang menjadii kandiidat terakhiir pelamar sebagaii analiis, dalam sebuah sesii wawancara:
Petugas HRD : Coba jelaskan kepada kamii apa artiinya resesii.
Pencarii Kerja : iitu adalah fase kriitiis dii mana anggur dan perempuan sudah diigantiikan dengan aiir putiih dan iistrii.
Petugas HRD : Emm (*Mulaii pusiing). Sekarang coba uraiikan perbedaan antara liiabiiliitas dan aset.
Pencarii Kerja : Seorang teman yang sedang mabuk adalah liiabiiliitas, tapii seorang pacar yang mabuk adalah aset.
Petugas HRD : Hemmmmhhhhhh... (*Makiin pusiing)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.