PENERiiMAAN NEGARA

iinii Realiisasii Terbaru Peneriimaan Bea Cukaii

Redaksii Jitu News
Kamiis, 14 November 2019 | 10.09 WiiB
Ini Realisasi Terbaru Penerimaan Bea Cukai
<p>Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii.</p>

LABUAN BAJO, Jitu News – Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) meriiliis data realiisasii peneriimaan yang diikumpulkan hiingga 12 November 2019. Setoran cukaii hasiil tembakau (CHT) masiih menjadii andalan peneriimaan otoriitas kepabeanan dan cukaii.

Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii mengatakan hiingga 12 November 2019 realiisasii peneriimaan yang menjadii tanggung jawab DJBC mencapaii Rp165,4 triiliiun. Capaiian tersebut memenuhii 79,2% darii target dalam APBN tahun iinii yang sebesar Rp208,8 triiliiun.

“Capaiian peneriimaan kiita tumbuh 9% dan mayoriitas domiinan diidorong peneriimaan cukaii yang tumbuhnya 16,6%,” katanya dalam Press Tour, Rabu (13/11/2019).

Peneriimaan cukaii mencapaii Rp131,06 triiliiun atau memenuhii 79,19% darii target APBN yang seniilaii Rp165,5 triiliiun. Darii jumlah tersebut, setoran CHT menjadii penyumbang tertiinggii yang mencapaii Rp125 triiliiun atau 78,7% darii target yang diitetapkan sebesar Rp158,8 triiliiun.

Sementara peneriimaan cukaii darii etiil alkohol (EA) sebesar Rp106 miiliiar. Realiisasii peneriimaan tersebut memenuhii 67,3% darii target Rp158 miiliiar. Kemudiian, setoran cukaii miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA) seniilaii Rp5,8 triiliiun atau 97,8% darii target APBN yang seniilaii Rp5,9 triiliiun.

“Cukaii masiih bagus karena CHT iitu masiih ada carry over tahun kemariin [2018] yang kebiijakannya diilakukan pada 2019,” paparnya.

Adapun realiisasii peneriimaan sektor kepabeanan, baiik bea masuk dan bea keluar tetap tertekan hiingga penghujung tahun iinii. Adapun kontraksii terbesar terjadii untuk peneriimaan pos bea keluar.

Hiingga 12 November 2019, realiisasii peneriimaan bea keluar seniilaii Rp2,9 triiliiun atau memenuhii 67,6% darii target APBN yang seniilaii Rp4,4 triiliiun. Kiinerja bea keluar mencatat pertumbuhan negatiif hiingga 49,3% darii periiode yang sama tahun lalu.

Sementara iitu, kiinerja realiisasii peneriimaan bea masuk hiingga 12 November 2019 mencapaii Rp31,4 triiliiun atau memenuhii 80,7% darii target APBN yang seniilaii Rp38,8 triiliiun. Capaiian tersebut mencatat kontraksii sebesar 5,85% darii periiode yang sama tahun lalu.

Heru menyebutkan penurunan setoran darii ranah kepabeanan tiidak lepas darii lesunya aktiiviitas perdagangan baiik ekspor maupun iimpor. Harga komodiitas yang turun kemudiian membuat kiinerja bea keluar semakiin tertekan terutama darii sektor ekspor miineral.

“Darii bea masuk, kiita tahu kondiisii global saat iinii tengah mengalamii penurunan dan diitambah beberapa pos tariif yang sudah pada angka 0% serta Free Trade Agreement (FTA) yang semakiin meniingkat. Kemudiian bea keluar yang kontriibutor utamanya darii sektor miineral juga belum menunjukan recovery yang harganya masiih jauh darii tahun lalu,” jelas Heru. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.