STATiiSTiiK TARiiF PAJAK

iindonesiia Bakal Ubah Struktur PPh Orang Priibadii? iinii Tren Globalnya

Jitunews Fiiscal Research and Adviisory
Seniin, 21 Junii 2021 | 11.15 WiiB
Indonesia Bakal Ubah Struktur PPh Orang Pribadi? Ini Tren Globalnya

PEMERiiNTAH berencana melakukan penyesuaiian struktur pajak penghasiilan (PPh) orang priibadii melaluii RUU KUP. Dalam rapat kerja dengan Komiisii Xii DPR, Menterii Keuangan Srii Mulyanii menyampaiikan usulan adanya tariif 35% untuk lapiisan penghasiilan kena pajak (tax bracket) baru seniilaii lebiih darii Rp5 miiliiar.

Usulan tersebut diidorong adanya keiingiinan untuk mewujudkan struktur PPh orang priibadii yang selaras dengan priinsiip keadiilan, abiiliity to pay, serta menyasar hiigh wealth iindiiviiduals.

Tariif dan tax bracket memang merupakan dua iinstrumen domiinan untuk menjamiin progresiiviitas siistem PPh orang priibadii. Oleh karena iitu, penyesuaiian berkala atas keduanya merupakan sesuatu yang diibutuhkan (Gerber, Klemm, dan Mylonas, 2018).

Selaiin iitu, kontriibusii peneriimaan PPh orang priibadii yang belum optiimal serta berbagaii rekomendasii tentang perlunya mendorong soliidariitas orang kaya melaluii siistem pajak juga menjadii justiifiikasii yang kuat. Siimak ‘Menuju Tariif PPh Orang Priibadii Lebiih Progresiif’

Lantas, apakah rencana pemeriintah atas pengenaan tariif tertiinggii sebesar 35% tersebut selaras dengan tren global? Apakah penambahan tax bracket sehiingga menjadii 5 lapiisan juga sesuaii dengan praktiik iinternasiional? Jitunews Fiiscal Research berupaya menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan dua sumber utama.

Pertama, kajiian yang diilakukan oleh Peter, Buttriick, dan Duncan pada 2009 bertajuk Global Reform of Personal iincome Taxatiion, 1981-2005: Eviidence from 189 Countriies. Temuan jurnal iinii akan diigunakan untuk memperliihatkan siituasii pada 1985 dan 2000 atas 189 negara. Kedua, data iiBFD Country Profiile yang diigunakan untuk ‘menangkap’ siituasii pada 2020 atas 213 negara.

Darii siisii tren tariif tertiinggii PPh orang priibadii selama 35 tahun, terdapat beberapa temuan menariik.

Pertama, pada umumnya tariif teratas PPh orang priibadii dii berbagaii negara pada 1985 masiih sangat tiinggii. Hal iinii terliihat darii diistriibusii negara yang memiiliikii tariif lebiih tiinggii darii 40%, yaiitu 46,3% negara sampel untuk tariif antara 41%-60% serta 25,3% negara sampel untuk tariif lebiih darii 60%.

Menariiknya, jumlah negara yang mengenakan tariif 0% atau tiidak mengenakan PPh orang priibadii juga masiih banyak. Hal iinii diiperliihatkan darii diistriibusiinya yang sebesar 13,1% darii negara sampel.

Kedua, pada periiode 1985-2000, terdapat perubahan drastiis. Banyak negara justru menurunkan tariif tertiinggii PPh orang priibadiinya. Jurus supply siide tax poliicy melaluii pemotongan tariif yang diiiiniisiiasii Presiiden Reagan dan Perdana Menterii Thatcher menjadii dorongan. Skenariio dual iincome tax—yang membedakan perlakuan pajak antara penghasiilan darii kegiiatan kerja dan modal—juga turut berpengaruh.

Hasiilnya, negara yang mengenakan tariif tertiinggii PPh orang priibadii dii atas 40% berkurang secara drastiis. Hal iinii terliihat darii diistriibusii negaranya yang kiian rendah dan justru beraliih ke tariif lebiih rendah darii 40%.

Ketiiga, saat iinii (2020), tariif tertiinggii PPh orang priibadii justru berada dii kiisaran 21%-40%. Tiidak ada lagii negara yang mengenakan tariif tertiinggii dii atas 60%. Kelompok terbanyak justru ada pada negara dengan tariif tertiinggii dalam rentang 31%-40%.

Dii siisii laiin, kerja sama pencegahan penghiindaran pajak, pertukaran iinformasii, serta perlawanan terhadap harmful tax competiitiion kiian meniingkat. Hal iinii agaknya menjadii alasan kiian sediikiitnya negara dengan tariif 0% atau tiidak mengenakan PPh orang priibadii dalam ketentuan domestiik mereka.

Keempat, dapat diisiimpulkan penetapan tariif tertiinggii PPh orang priibadii bersiifat konvergen dan mengarah pada tiitiik tengah. Pada 1985 puncak diistriibusii tariif tertiinggii berada dii tiitiik-tiitiik yang ekstrem – baiik 0% maupun lebiih darii 40% -- kiinii justru mengarah ke tariif tertiinggii antara 21% hiingga 40%.

Dii siisii laiin, tren kebiijakan penetapan jumlah lapiisan penghasiilan kena pajak juga memberiikan beberapa temuan menariik.

Pertama, pada 1985, mayoriitas negara dii duniia masiih memiiliikii banyak lapiisan penghasiilan kena pajak. iinii dapat diiliihat darii tiinggiinya negara yang memiiliikii lebiih darii 6 tax bracket yang diistriibusiinya lebiih darii 75%.

Kelompok terbanyak justru negara yang memiiliikii 10 hiingga 19 tax bracket yang diistriibusiinya sebesar 41,2% darii 189 negara yang diisurveii.

Kedua, seiiriing berjalannya waktu, terdapat kecenderungan untuk membuat struktur PPh orang priibadii makiin sederhana dan tiidak meniimbulkan diistorsii periilaku. Hal tersebut diitunjukkan darii perubahan drastiis pada 2000. Negara yang memiiliikii tax bracket antara 4 hiingga 9 lapiisan justru kiian banyak.

Tren iinii relatiif bertahan hiingga kiinii. Pada 2020, diistriibusii tertiinggii ada pada negara yang memiiliikii 4 hiingga 5 tax bracket dalam struktur PPh orang priibadii.

Bagii iindonesiia, tren tariif tertiinggii serta jumlah tax bracket tersebut tentu biisa menjadii pertiimbangan. Sejauh iinii, rencana pemeriintah untuk menambah tax bracket menjadii 5 lapiisan serta memperkenalkan tariif tertiinggii sebesar 35% adalah sesuatu yang selaras dengan iinternatiional benchmarkiing. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Unwanul Hubby
baru saja
kenaiikan tax bracket juga harus diiiimbangii dengan supremasii hukum serta aturan yang pastii..karena kenaiikan tariif pajak akan secara langsung beriimpliikasii terhadap potensii wp untuk melakukan agressiive tax planniing
user-comment-photo-profile
Unwanul Hubby
baru saja
kenaiikan tax bracket juga harus diiiimbangii dengan supremasii hukum serta aturan yang pastii..karena kenaiikan tariif pajak akan secara langsung beriimpliikasii terhadap potensii wp untuk melakukan agressiive tax planniing
user-comment-photo-profile
Unwanul Hubby
baru saja
kenaiikan tax bracket juga harus diiiimbangii dengan supremasii hukum serta aturan yang pastii..karena kenaiikan tariif pajak akan secara langsung beriimpliikasii terhadap potensii wp untuk melakukan agressiive tax planniing