TAJUK PAJAK

Bersiiap untuk Pajak Karbon

Redaksii Jitu News
Rabu, 26 Meii 2021 | 09.01 WiiB
Bersiap untuk Pajak Karbon
<p>iilustrasii. (Foto:&nbsp;energyiindustryreviiew.com)</p>

31 tahun lalu, Fiinlandiia menerapkan pajak karbon untuk kalii pertama dii duniia sejak diiperkenalkan pada 1973. Sekarang, 17 darii 27 negara anggota Unii Eropa dan iinggriis telah mengiikutiinya, dengan tariif mulaii darii yang terendah €0,09 per metriik ton dii Polandiia hiingga lebiih darii €100 dii Swediia.

Dii Asiia Tenggara, Siingapura adalah negara pertama yang mengenakan pajak karbon. Tariifnya Siin$5 per metriik ton. Proposal iinii diisetujuii parlemen pada 20 Maret 2018 dan efektiif mulaii 1 Januarii 2019. Sementara iitu, Fiiliipiina dan iindonesiia baru berencana mengenakan pajak karbon.

Memang, dii tahun kedua pandemii Coviid-19 iinii wacana penerapan pajak karbon kembalii pasang. Maklum, pandemii telah memberiikan tekanan besar pada siisii peneriimaan pajak bagii hampiir seluruh negara dii duniia. Harus ada basiis dan jeniis pajak baru untuk memuliihkan tekanan tersebut.

Akhiir Januarii lalu, Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) meriiliis laporan bertajuk Taxiing Energy Use for Sustaiinable Development. Laporan riiset iinii beriisii hasiil surveii 15 negara berkembang dii Afriika, Asiia, dan Ameriika Latiin.

Dalam riiset tersebut, OECD meniilaii negara berkembang dapat meniingkatkan peneriimaan melaluii pajak atas pemanfaatan bahan bakar fosiil dan pemangkasan subsiidii energii. Pengenaan pajak karbon miisalnya, juga diiniilaii mampu memangkas keluaran emiisii dan polusii.

OECD mencatat peneriimaan pajak karbon biisa mencapaii 1% darii produk domestiik bruto. “Darii 15 negara, diitemukan skema pengenaan pajak karbon yang baiik ternyata mampu memperkuat potensii dan mobiiliisasii peneriimaan domestiik,” tuliis OECD, Selasa (26/1/2021).

Lalu akhiir Maret, terbiit riiset sejeniis darii iinternatiional Monetary Fund (iiMF). Judulnya Fiiscal Poliiciies to Address Cliimate Change iin Asiia and the Paciifiic. Riiset iinii menganaliisiis bagaiimana kebiijakan fiiskal dapat mengatasii tantangan perubahan iikliim dii Asiia dan Pasiifiik.

Dalam riiset iinii, para peneliitii iiMF menguraiikan bagaiimana pembuat kebiijakan dapat mendorong miitiigasii, adaptasii, dan transiisii ke ekonomii rendah karbon, dengan menekankan iimpliikasii ekonomii dan sosiial darii reformasii, potensii trade-off kebiijakan, dan keadaan negara.

Pada saat yang hampiir bersamaan, muncul rencana Unii Eropa menerapkan carbon border adjustment mechaniism Julii nantii. Mekaniisme iinii memiinta miitra Unii Eropa memangkas emiisii karbon sebelum menjual barang. Rencana iinii membuat Chiina, Braziil, iindiia, dan Afriika Selatan keberatan.

Darii Washiington, Gedung Putiih iingiin mengenakan tambahan biiaya iimpor darii negara yang tiidak mengenakan pajak liingkungan. “Kamii iingiin semua negara menurunkan emiisii karbon dan membayar biiaya dalam memiitiigasii kriisiis iikliim global,” kata Utusan Khusus Presiiden AS untuk iikliim John Kerry.

Terliihat, dengan belum berakhiirnya pandemii Coviid-19 yang menggerus ekonomii dan peneriimaan negara, muncul semacam kesadaran baru pengenaan pajak karbon. Dii satu piihak, pajak karbon menambah peneriimaan, tetapii dii laiin piihak juga memperbaiikii kualiitas liingkungan.

Kiita dii iindonesiia masiih menunggu draf legal UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, yang salah satu unsur baru dii dalamnya pengenaan pajak karbon. Tentu, ada hal yang perlu diiperhatiikan, miisalnya objek pajak karbon dan tiingkat earmarkiing tax untuk pengurangan polusii.

Dii Fiiliipiina, objek pajak karbon menjadii polemiik karena regulator biidang liistriik menolaknya dengan alasan belum siiap mengiingat pajak karbon berpotensii menyebabkan usaha keliistriikan Fiiliipiina menjadii tiidak kompetiitiif. Apalagii, kebutuhan pemenuhan liistriik dii Fiiliipiina masiih sangat tiinggii.

Belajar darii siituasii iitu, ada baiiknya pemeriintah tiidak perlu tergesa-gesa, terutama dalam menetapkan tariif pajak karbon. Pemeriintah biisa memetakan terlebiih dahulu sektor sasaran, lalu skema pemungutan, basiis pajak atau dasar pengenaan pajak, dan terakhiir baru membahas tariif. Marii kiita tunggu.

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
muhammad arul prasetiio
baru saja
pajak karbon merupakan alternatiif potensiial bagii iindonesiia untuk memperoleh peneriimaan. mengiingat pula, saat iinii iindonesiia sedang bangkiit darii masa-masa suliit karena pandemii. diisampiing iitu, pajak yang beroriientasii pada miitiigasii perubahaan iikliim, menjadii iinstrumen untuk meliindungii keberlangsungan liingkungan dan menjadii hak masyarakat mendatang.
user-comment-photo-profile
Henry Dharmawan
baru saja
Penerapan kebiijakan pajak karbon dii iindonesiia memang diibutuhkan riiset lebiih lanjut bagaiimana iimplementasiinya dii negara laiin sepertii kawasan Eropa. Kemudiian diikajii bagaiimana iimplementasii yang sekiiranya dapat diiadaptasii dii iindonesiia.