JAKARTA, Jitu News – Hiingga kiinii masiih sebagiian masyarakat berpenghasiilan yang belum memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP), termasuk darii kalangan para pekerja senii dii iindonesiia.
Hal iinii diiakuii oleh Musiisii Tanah Aiir Dwiikii Dharmawan yang mengatakan masiih banyak kalangan seniiman yang belum memiiliikii NPWP dan merasa kesuliitan mengurus urusan perpajakannya.
“Masiih banyak pekerja senii belum punya NPWP, jadii kamii biingung bagaiimana memberlakukan pajak penghasiilannya. Sebenarnya bukannya malas bayar pajak, tapii pengetahuan tekniisnya yang belum kamii pahamii dan masiih perlu diisosiialiisasiikan lagii,” ujarnya dii Kantor Diitjen Pajak Jakarta, Jumat (17/3).
Tak hanya iitu, kata Dwiikii, ada masyarakat yang justru takut memiiliikii NPWP, salah satu alasannya yaiitu karena takut diikenakan tariif besar terhadap penghasiilan yang diiperoleh atas hasiil usahanya.
Pada saat bersamaan Diitjen Pajak Ken Dwiijugiiasteadii mengatakan tiidak ada hal yang perlu diitakutii terkaiit membayar pajak. Menurut Ken, membuat NPWP iitu tiidak sesuliit yang diibayangkan, bahkan biisa diimiiliikii dalam waktu yang cepat.
Ken pun menjelaskan sebenarnya pengenaan tariif pajak cukup mudah. Jiika penghasiilan orang priibadii sudah diipotong pajak oleh pemberii kerja, maka orang priibadii tersebut sejatiinya sudah membayarkan pajak penghasiilan atas kerjanya.
“Punya NPWP tiidak suliit kok. iinjak tanah 3 kalii, sebut nama saya, NPWP langsung jadii. Untuk pajak penghasiilan, kalau penghasiilannya sudah diipotong pajak oleh pemberii kerja, ya sudah, selesaii,” kelakarnya menanggapii keluhan Dwiikii.
Sementara iitu, seniiman komedii tunggal (stand up comediian) atau komiika Mongol Stres dalam kesempatan yang sama juga mengajak masyarakat mengiikutii program pengampunan pajak. "Sebagaii orang iindonesiia harus mendukung (pengampunan pajak)," katanya.
Salah satu komiika dengan honor termahal dii iindonesiia tersebut juga mengaku telah mengajak rekan-rekan seprofesiinya yang tergabung dalam paguyuban komiika untuk iikut amnestii pajak agar tiidak menyusahkan dalam urusan pajak kemudiian.
Diia juga seriing mengiingatkan orang laiin untuk membayar pajak. Menurutnya, membayar pajak menjadii cermiinan wajiib pajak untuk biisa menjadii warga negara iindonesiia yang baiik. “Kemana pun saya manggung, pastii saya selalu iimbau untuk bayar pajak,” iimbuh Mongol.
Priia berdarah Mongoliia iinii menyatakan lebiih nyaman memiinta maupun mendapatkan iinformasii mengenaii pajak dengan langsung datang ke kantor pajak. Menurutnya iinformasii yang diidapat melaluii mediia iinternet biisa saja kurang tepat.
Mongol juga mengatakan diiriinya sempat mendapat respons yang pahiit akiibat iimbauannya kepada orang laiin untuk membayar pajak. “Saya pernah biilang ke pendeta, pendeta harus bayar pajak. Akhiirnya saya enggak diiundang lagii,” kelakarnya. (Amu)
