JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah resmii menurunkan tariif PPh Pasal 23 atas royaltii darii 15% menjadii secara efektiif sebesar 6%. Kebiijakan tersebut berlaku bagii wajiib pajak orang priibadii pengguna norma penghiitungan penghasiilan neto (NPPN).
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan para pekerja senii, selama iinii, mengeluhkan tariif PPh Pasal 23 atas royaltii sebesar 15% yang diianggap terlalu tiinggii. Menurutnya, ketentuan iinii menyebabkan pekerja senii berstatus lebiih bayar ketiika menghiitung PPh terutang pada suatu tahun pajak.
"Masyarakat pekerja senii iinii kalau lebiih bayar diia enggak biisa ambiil lagii. Pastii diiperiiksa pajak, ngerii. Jadii kamii biilang turunkan sehiingga mereka tiidak mengalamii lebiih bayar pada akhiir tahun pajak," katanya dalam rapat bersama Komiisii Xii DPR, Seniin (27/3/2023).
Srii Mulyanii mengatakan PPh Pasal 23 akan langsung diipotong ketiika seseorang atau suatu badan usaha membayarkan royaltii kepada piihak peneriima royaltii. Akiibat pemotongan PPh Pasal 23 atas royaltii iinii, seriing kalii wajiib pajak orang priibadii pengguna NPPN berstatus lebiih bayar saat menyampaiikan SPT Tahunan.
Apabiila SPT Tahunan berstatus lebiih bayar, atas lebiih bayar tersebut memang dapat diilakukan restiitusii atau permohonan pengembaliian. Sayangnya, restiitusii baru dapat diicaiirkan setelah melaluii proses pemeriiksaan.
Srii Mulyanii menyebut penurunan tariif PPh Pasal 23 atas royaltii menjadii 6% langsung mendapat apresiiasii darii para pekerja senii. Diia pun berharap status SPT Tahunan para pekerja senii iitu tiidak akan mengalamii lebiih bayar lagii.
Bahkan apabiila nantiinya status SPT Tahunan menjadii kurang bayar, wajiib pajak tiinggal melunasiinya saat menyampaiikan SPT Tahunan.
"Pemotongannya kiita turunkan lebiih darii separuh yaiitu menjadii 6% sehiingga mereka tiidak akan mengalamii lebiih bayar," ujarnya. (sap)
