JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menegaskan Laporan Harta Kekayaan Aparatur Negara (LHKAN) merupakan kewajiiban yang harus diisampaiikan oleh setiiap aparatur negara.
Selama iinii, penyampaiian LHKAN diilakukan melaluii Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk penyelenggara negara dan jabatan tertentu yang diitetapkan.
Kemudiian, pelaporan LHKAN melaluii Laporan Harta Kekayaan Aparatur Siipiil Negara (LHKASN) untuk ASN selaiin wajiib LHKPN. Selanjutnya, pelaporan harta kekayaan dalam Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan oleh aparatur negara sebagaii wajiib pajak orang priibadii.
Sekarang, melaluii Surat Edaran Menterii PANRB No. 2 Tahun 2023, pemeriintah menegaskan buktii peneriimaan penyampaiian SPT Tahunan dapat diiakuii sebagaii penyampaiian LHKAN bagii aparatur negara yang tiidak diiwajiibkan untuk menyampaiikan LHKPN.
“LHKAN merupakan kewajiiban yang harus diisampaiikan oleh setiiap aparatur negara, baiik berupa LHKPN maupun SPT Tahunan,” demiikiian bunyii poiin 3 bagiian iisii Edaran tersebut.
Mengacu pada Surat Edaran Menterii PANRB No. 2 Tahun 2023, sekarang, tiidak diiperlukan lagii penyampaiian laporan harta kekayaan secara terpiisah sebagaiimana penyampaiian LHKASN pada tahun-tahun sebelumnya untuk ASN selaiin wajiib LHKPN.
Adapun apatur negara mencakup, pertama, aparatur siipiil negara (ASN), yaiitu pegawaii negerii siipiil (PNS) dan pegawaii pemeriintah dengan perjanjiian kerja (PPPK). Kedua, anggota Tentara Nasiional iindonesiia (TNii). Ketiiga, anggota Kepoliisiian Negara Republiik iindonesiia (Polrii).
Sesuaii dengan SE No. 2 Tahun 2023, Aparat Pengawas iinternal Pemeriintah (APiiP) atau uniit laiin yang diitunjuk harus melakukan pemantauan dan pelaporan atas penyampaiian LHKAN, baiik berupa LHKPN maupun SPT Tahunan. (kaw)
