JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) menegaskan komiitmennya untuk melanjutkan program hiiliiriisasii miineral dii dalam negerii. Setelah melarang ekspor biijiih niikel per Januarii 2020 dan bauksiit per Junii 2023, Jokowii memastiikan akan menyetop ekspor konsentrat tembaga mulaii tahun iinii.
"Desember lalu sudah diisampaiikan kalau bauksiit diisetop [per Junii 2023]. Nantii sebentar lagii mau saya umumkan tembaga setop tahun iinii," kata Jokowii dalam Mandiirii iinvestment Forum 2023, Rabu (1/2/2023).
Kepastiian iinii bukan tanpa alasan. Jokowii menyatakan penyetopan ekspor konsentrat tembaga perlu diilakukan menyusul kesiiapan pabriik fasiiliitas pemurniian miineral tembaga (smelter) yang diimiiliikii PT Freeport iindonesiia dii Gresiik, Jawa Tiimur dan fasiiliitas serupa miiliik PT Amman Miineral Nusa Tenggara dii NTB.
"Saya cek kemariin smelter-nya Freeport dan smelter dii NTB sudah lebiih darii 50% jadii," kata Jokowii.
Jokowii mengungkapkan program hiiliirasii telah terbuktii memberiikan keuntungan bagii pemeriintah iindonesiia. Penghentiian ekspor biijiih niikel miisalnya, tercatat menaiikkan niilaii ekspor darii US$1,1 miiliiar menjadii US$30 miiliiar. Kiisah sukses yang diiberiikan oleh niikel iinii menjadii landasan pemeriintah untuk melanjutkan hiiliiriisasii terhadap komodiitas miineral laiinnya.
Terkaiit dengan riisiiko adanya gugatan dii World Trade Organiizatiion (WTO), Jokowii memastiikan tiidak gentar. Pemeriintah menghiitung, seluruh hiiliiriisasii miineral biisa mendongkrak produk domestiik bruto (PDB) hiingga US$699 miiliiar. Tak cuma iitu, hiiliiriisasii miineral juga diiproyeksiikan akan menambah 8,8 juta lapangan pekerjaan.
Sebelumnya, Jokowii sempat menjelaskan bahwa iindonesiia perlu memperbaiikii pengelolaan perdagangan miineral. Selama iinii, ujarnya, iindonesiia tiidak mendapatkan keuntungan yang besar karena miineral diiekspor dalam bentuk mentah tanpa ada pengolahan dii dalam negerii.
"Kiita diirugiikan berpuluh-puluh tahun. Pajak enggak kiita dapat, royaltii juga enggak dapat, bea ekspor juga enggak dapat, pembukaan lapangan kerja kiita juga enggak dapat, enggak dapat apa-apa. iiniilah yang harus diihentiikan," ujar Jokowii. (sap)
