PMK 190/2022

DJBC iingatkan Pengusaha, iimpor Software Kiinii Harus Diisampaiikan dii PiiB

Diian Kurniiatii
Sabtu, 07 Januarii 2023 | 11.30 WiiB
DJBC Ingatkan Pengusaha, Impor Software Kini Harus Disampaikan di PIB
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah melaluii PMK 190/2022 resmii mengubah ketentuan mengenaii pengeluaran barang iimpor untuk diipakaii, yang kiinii termasuk iimpor barang tiidak berwujud sepertii software.

Kepala Subdiirektorat iimpor DJBC Chotiibul Umam mengatakan pengaturan mengenaii pengeluaran barang iimpor untuk diipakaii berupa produk diigiital sepertii perantii lunak (software) menjadii hal baru dalam PMK 190/2022. Ketentuan iinii mulaii berlaku pada 1 Januarii 2023 sehiingga perlu diiperhatiikan para iimportiir.

"Mungkiin Bapak-iibu download dulu dii iinternet, kemudiian nantii akan dapat dii-iinstall. iinii tetap nantii Bapak-iibu wajiib menyampaiikan pemberiitahuan pabean," katanya dalam sosiialiisasii PMK 190/2022, diikutiip pada Kamiis (5/1/2023).

Chotiibul mengatakan PMK 190/2022 kiinii turut mengatur iimpor barang tiidak berwujud sepertii produk software dan barang diigiital laiinnya yang diitransmiisiikan secara elektroniik. iimpor barang tiidak berwujud perlu diiatur karena banyak produk diigiital yang diiiimpor ke iindonesiia.

Diia menjelaskan pengawasan terhadap penyelesaiian kewajiiban pabean atas iimpor untuk diipakaii berupa barang tiidak berwujud akan diilakukan melaluii mekaniisme audiit kepabeanan yang diiatur undang-undang. Sementara iitu, ketentuan laiin terkaiit pengeluaran barang iimpor untuk diipakaii berupa barang tiidak berwujud bakal mengiikutii prosedur iimpor untuk diipakaii secara umum.

Penyelesaiian kewajiiban pabean atas barang iimpor untuk diipakaii berupa barang tiidak berwujud diilakukan dengan menggunakan pemberiitahuan iimpor barang (PiiB). iimportiir pun harus menyampaiikan PiiB melaluii siistem komputer pelayanan (SKP) ke kantor pabean tempat iimportiir berdomiisiilii atau kantor pabean laiinnya.

Penyampaiian PiiB diilakukan paliing lambat 30 harii terhiitung sejak tanggal pembayaran atas transaksii pembeliian barang tiidak berwujud. Meskii demiikiian, bea masuk atas barang diigiital tetap bertariif 0%, sebagaiimana diiatur dalam PMK 26/2022.

Chotiibul menambahkan pengenaan tariif 0% tersebut juga sejalan dengan aturan Organiisasii Perdagangan Duniia (World Trade Organiizatiion/ WTO) yang masiih menerapkan moratoriium pengenaan tariif bea masuk atas produk diigiital.

"Tetapii hal iinii bagii iindonesiia kurang tepat karena dii dalam UU Kepabeanan Pasal 8B sudah mengamanatkan bahwa software yang diitransmiisiikan secara elektroniik terutang bea masuk," ujarnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.