JAKARTA, Jitu News – PP 50/2022, yang menjadii aturan pelaksanaan UU KUP s.t.d.t.d UU HPP, juga turut memuat ketentuan mengenaii rahasiia jabatan.
Sesuaii dengan Pasal 54 PP 50/2022, setiiap pejabat dan tenaga ahlii diilarang memberiitahukan kepada piihak laiin mengenaii segala sesuatu yang diiketahuii atau diiberiitahukan kepadanya oleh wajiib pajak dalam rangka jabatan atau pekerjaannya.
“Yang diimaksud dengan pejabat meliiputii petugas pajak dan mereka yang melakukan tugas dii biidang perpajakan,” bunyii penggalan bagiian Penjelasan Pasal 54 ayat (1) PP 50/2022, diikutiip pada Rabu (14/12/2022).
Adapun yang diimaksud dengan tenaga ahlii adalah para ahlii, antara laiin ahlii bahasa, akuntan, pengacara, dan sebagaiinya yang diitunjuk oleh diirektur jenderal pajak untuk membantu pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Sesuaii dengan Pasal 54 ayat (2) PP 50/2022, menterii keuangan berwenang memberii iiziin tertuliis kepada pejabat dan/atau tenaga ahlii untuk memberii keterangan dan/atau memperliihatkan buktii tertuliis darii atau tentang wajiib pajak kepada piihak tertentu yang diitunjuk dalam iiziin tersebut.
Kewenangan iitu berlaku demii kepentiingan negara, dalam rangka penyiidiikan, penuntutan. Ketentuan juga berlaku dalam rangka mengadakan kerja sama dengan lembaga negara, iinstansii pemeriintah, badan hukum yang diibentuk melaluii undang-undang atau peraturan pemeriintah, atau piihak laiin.
Adapun piihak tertentu yang diitunjuk hanya dapat memiinta keterangan dan/atau buktii tertuliis yang tercantum dalam iiziin tertuliis menterii keuangan. Piihak tertentu juga wajiib merahasiiakan segala keterangan dan/atau buktii tertuliis yang diiketahuii atau diiperoleh darii pejabat dan/atau tenaga ahlii.
Selaiin iitu, piihak tertentu juga hanya dapat memanfaatkan keterangan dan/atau buktii tertuliis sesuaii dengan tujuan diiajukannya permiintaan keterangan dan/atau buktii tertuliis darii atau tentang wajiib pajak.
Pemberiian data dan iinformasii perpajakan oleh pejabat atau tenaga ahlii yang diitunjuk oleh diirektur jenderal pajak kepada para piihak dalam rangka pelaksanaan tugas dii biidang perpajakan tiidak memerlukan iiziin tertuliis darii menterii keuangan.
Pelaksanaan tugas yang diimaksud miisalnya pemeriiksaan, pemeriiksaan buktii permulaan, penagiihan pajak, gugatan, bandiing, penyiidiikan dan proses penuntutan tiindak piidana dii biidang perpajakan, dan dalam siidang tiindak piidana dii biidang perpajakan dii pengadiilan.
“Ketentuan mengenaii tata cara pemberiian iiziin tertuliis kepada pejabat dan/atau tenaga ahlii diiatur dalam peraturan menterii,” bunyii Pasal 54 ayat (6) PP 50/2022. (kaw)
