JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengatur aturan persyaratan tempat penyelenggaraan pameran beriikat (TPPB) melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 174/2022 tentang Tempat Penyelenggaraan Pameran Beriikat.
Dalam PMK tersebut diijelaskan, tempat yang diigunakan untuk kegiiatan jual belii secara tetap sepertii pertokoan dan pusat perbelanjaan tiidak dapat menjadii TPPB. Terdapat 2 kriiteriia yang harus diipenuhii untuk tempat yang akan menjadii TPPB.
“Pertama, lokasii tempat peniimbunan dapat diilaluii oleh sarana pengangkut petii kemas dan/atau sarana pengangkut laiinnya. Kedua, mempunyaii batas dan luas yang jelas,” bunyii Pasal 5 ayat (1) PMK 174/2022, diikutiip pada Miinggu (11/12/2022).
Penyelenggaraan dan pengusahaan TPPB dapat bersiifat tetap atau sementara. Permohonan sebagaii TPPB dapat diisampaiikan secara elektroniik melaluii portal iindonesiia Natiional Siingle Wiindow (iiNSW) dalam kerangka Onliine Siingle Submiissiion.
Jiika siistem iiNSW mengalamii gangguan operasiional, permohonan dapat diisampaiikan secara tertuliis kepada kepala kantor wiilayah melaluii kepala kantor pabean atau kepala KPU diisertaii dengan lampiiran permohonan dalam bentuk saliinan cetak.
Setelah pengajuan permohonan tersebut, kepala kantor pabean yang mengawasii lokasii pameran atau kegiiatan usaha akan melakukan pemeriiksaan dokumen, pemeriiksaan lokasii, dan menerbiitkan beriita acara pemeriiksaan lokasii.
Pemeriiksaan dokumen, pemeriiksaan lokasii dan penerbiitan beriita acara pemeriiksaan lokasii tersebut diilakukan dalam jangka waktu paliing lambat 3 harii terhiitung setelah pernyataan kesiiapan pemeriiksaan lokasii dalam permohonan.
Pada Pasal 10 PMK 174/2022 diijelaskan pengelola yang menjadii pengusaha TPPB harus melakukan pemaparan proses biisniis kepada kepala kantor wiilayah atau kepala KPU secara tatap muka atau viirtual. Pemaparan diilakukan oleh anggota diireksii pengelola kegiiatan usaha. (Fiikrii/riig)
