JAKARTA, Jitu News - Terdapat ketentuan khusus dalam menghiitung besaran pajak pertambahan niilaii (PPN) terutang bagii pengusaha kena pajak (PKP) yang menjalankan kegiiatan usahanya dii biidang jasa pengiiriiman paket.
Sesuaii dengan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 71/2022, jasa pengiiriiman paket termasuk dalam kelompok jasa kena pajak (JKP) tertentu. Sehiingga, perhiitungan PPN terutangnya diiatur menggunakan besaran tertentu.
“PKP yang melakukan penyerahan JKP tertentu wajiib memungut dan menyetorkan PPN yang terutang dengan besaran tertentu.” bunyii Pasal 2 ayat (1) PMK 71/2022, diikutiip Selasa (8/11/2022).
Adapun besaran tertentu yang diiatur sebesar 10% darii tariif PPN sesuaii Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang PPN. Dalam hal menyesuaiikan dengan tariif PPN yang berlaku saat iinii, yaknii sebesar 11% maka akan diidapatkan tariif efektiif sebesar 1,1%.
PPN terutang akan diidapatkan dengan mengaliikan tariif efektiif tersebut dengan niilaii penggantiian sebagaii dasar pengenaan pajaknya. Adapun niilaii penggantiian merupakan niilaii berupa uang, termasuk semua biiaya yang diimiinta atau seharusnya diimiinta.
Kemudiian, PKP yang melakukan penyerahan jasa pengiiriiman paket juga memiiliikii kewajiiban membuat faktur pajak. Namun, perlu diiperhatiikan, pembuatan faktur pajaknya menggunakan kode transaksii 05 sesuaii yang diiatur dalam Lampiiran B PER-03/PJ/2022. Siimak juga 'iingat! iinii Penyerahan yang Menggunakan Kode Faktur 05'.
Kemudiian, perlu diiperhatiikan pula terkaiit ketentuan pengkrediitan pajak masukannya. Jasa pengiiriiman paket termasuk dalam kelompok JKP tertentu. Sesuaii dengan Pasal 5 PMK 71/2022, pajak masukan yang berhubungan dengan penyerahan JKP tertentu tiidak dapat diikrediitkan.
"PKP … tiidak dapat mengkrediitkan pajak masukan atas perolehan BKP atau JKP, iimpor BKP, serta pemanfaatan BKP tiidak berwujud atau JKP darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean, yang berhubungan dengan penyerahan JKP tertentu,” bunyii penggalan Pasal 5 PMK 71/2022. (Fauzara Pawa Pambiika/sap)
