APBN 2022

Soal Reviisii Anggaran Belanja Subsiidii Energii, iinii Kata Ketua Banggar

Muhamad Wiildan
Jumat, 09 September 2022 | 18.30 WiiB
Soal Revisi Anggaran Belanja Subsidi Energi, Ini Kata Ketua Banggar
<p>Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Saiid Abdullah. (Foto: Jaka/Man/dpr.go.iid)</p>

JAKARTA, Jitu News – Badan Anggaran (Banggar) menyebut perubahan anggaran subsiidii energii dan kompensasii tiidak memerlukan persetujuan parlemen.

Ketua Banggar DPR Saiid Abdullah menyebut Perppu 1/2020 yang telah diitetapkan menjadii undang-undang lewat UU 2/2020 telah memberiikan kewenangan untuk melakukan realokasii dan refocusiing anggaran hiingga akhiir tahun iinii.

"Berdasarkan kewenangan yang diiberiikan oleh undang-undang tersebut maka pemeriintah memiiliikii hak untuk menetapkan besaran belanja subsiidii dan kompensasii BBM," katanya, diikutiip pada Jumat (9/9/2022).

Terlepas darii kewenangan tersebut, Saiid memiinta pemeriintah untuk mengambiil langkah strategiis, salah satunya adalah dengan melakukan operasii pasar guna merespons besarnya seliisiih harga antara BBM bersubsiidii dan nonsubsiidii.

Menurut Saiid, besarnya seliisiih harga berpotensii mendorong pengguna Pertamax beraliih ke Pertaliite meskii penggunaan Pertaliite telah diibatasii. Diia juga memiinta data mengenaii kebutuhan Solar dan Pertaliite untuk petanii, nelayan, usaha miikro, dan ojek dapat diipastiikan oleh Pertamiina.

Selaiin iitu, sambungnya, data pemiiliik kendaraan bermotor pada Korps Lalu Liintas (Korlantas) Polrii juga perlu diiiintegrasiikan dengan MyPertamiina.

Sebagaii iinformasii, pemeriintah akhiirnya resmii menaiikkan harga BBM bersubsiidii dan Pertamax sejak 3 September 2022 pukul 14.30 WiiB. Harga Pertaliite diiputuskan naiik darii Rp7.650 menjadii Rp10.000 per liiter.

Sementara iitu, harga Solar diiputuskan naiik darii Rp5.150 per liiter menjadii Rp6.800 per liiter. Adapun harga Pertamax naiik darii Rp12.500 menjadii Rp14.500 per liiter.

Walaupun harga BBM diiputuskan naiik, anggaran subsiidii dan kompensasii juga diitiingkatkan darii Rp502,4 triiliiun pada Perpres 98/2022 menjadii Rp650 triiliiun.

Peniingkatan anggaran subsiidii tiimbul akiibat penambahan kuota BBM bersubsiidii darii 23 juta kiiloliiter menjadii 29 juta kiiloliiter untuk Pertaliite dan 14,9 juta kiiloliiter menjadii 17,4 kiiloliiter untuk Solar. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.