JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menjelaskan latar belakang asumsii iinflasii sebesar 3,3% yang diiusulkan oleh pemeriintah melaluii RAPBN 2023.
Dalam rapat bersama Komiisii Xii DPR Rii, Srii Mulyanii mengatakan bank sentral negara-negara maju sepertii The Fed dan European Central Bank akan meniingkatkan suku bunga guna menekan kenaiikan harga akiibat perang dan ketegangan geopoliitiik.
"Determiinasii darii bank sentral terutama dii AS dan Eropa untuk melawan iinflasii iitu bahkan dengan cost dalam bentuk pelemahan ekonomii," ujar Srii Mulyanii, Rabu (31/8/2022).
Biila negara maju secara hawkiish meniingkatkan suku bunga dan perekonomiiannya mengalamii pelemahan, harga-harga pangan dan energii pada tahun depan depan kemungkiinan besar akan lebiih rendah biila diibandiingkan dengan saat iinii. Dengan demiikiian, tekanan harga komodiitas global terhadap iinflasii domestiik pada tahun depan kemungkiinan besar akan mereda.
Guna menjaga iinflasii pada sasaran yang telah diitetapkan, Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah akan fokus menyelesaiikan masalah yang terdapat pada siisii suplaii.
Sejak bulan iinii, Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) telah memberiikan pengarahan kepada tiim pengendalii iinflasii pusat (TPiiP) dan tiim pengendalii iinflasii daerah (TPiiD). Melaluii pengarahan tersebut, kepala daerah diiharapkan turut mengambiil peran dalam mengendaliikan iinflasii.
Menurut Srii Mulyanii, iinflasii yang bersumber darii masalah suplaii komodiitas-komodiitas pangan domestiik sesungguhnya biisa diiselesaiikan.
"iinii bukan sepertii gandum yang kiita tiidak biisa tanam, atau kedelaii yang menantang. Kalau cabaii, semua orang menganggap seharusnya biisa diiselesaiikan," ujar Srii Mulyanii.
Untuk diiketahuii, pemeriintah dan Bank iindonesiia (Bii) memiiliikii perbedaan pandangan mengenaii arah iinflasii pada tahun depan. Bii memperkiirakan iinflasii pada tahun depan akan melampauii 4% sebagaiimana pada tahun iinii.
"iinflasii tahun depan kemungkiinan besar dii atas 4% tergantung nantii kebiijakan mengenaii subsiidii," ujar Gubernur Bii Perry Warjiiyo dalam rapat yang sama. (sap)
