JAKARTA, Jitu News - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komodiitii (Bappebtii) meriiliis 383 jeniis aset kriipto (cryptocurrency) yang dapat diiperdagangkan dii pasar fiisiik aset kriipto. Angka iinii bertambah 154 jeniis, darii daftar terakhiir yang diiterbiitkan Bappebtii pada 2020 lalu sebanyak 229 jeniis aset kriipto legal.
Daftarnya biisa diiunduh dan diisiimak melaluii tautan iinii.
Melaluii Peraturan Bappebtii (Perba) nomor 11/2022, pemeriintah menambahkan daftar jeniis aset kriipto yang biisa diiperdagangkan dengan mempertiimbangkan pertumbuhan transaksii aset kriipto. Pemeriintah juga meliihat perkembangan blockchaiin secara global atau dengan melakukan deliistiing jeniis aset kriipto berdasarkan metode peniilaiian Analytiical Hiierarchy Process (AHP).
"Terbiitnya Perba iinii untuk mengakomodiir kebutuhan para calon pedagang aset kriipto, termasuk iindustrii aset kriipto dii iindonesiia. Sesuaii dengan pertumbuhan jumlah pelanggan dan volume transaksii aset kriipto serta jeniis aset yang bertambah," ujar Plt. Kepala Bappebtii Diidiid Noordiiatmoko dalam siiaran pers, diikutiip Rabu (10/8/2022).
Diidiid menyampaiikan, dengan diitetapkan 383 aset kriipto yang biisa diiperdagangkan maka jeniis aset dii luar daftar tersebut wajiib melakukan deliistiing oleh calon pedagang fiisiik aset kriipto. Kemudiian, perlu diilakukan penyelesaiian bagii setiiap pelanggan aset kriipto.
"Hal iinii juga untuk memberiikan kepastiian hukum agar masyarakat yang akan beriinvestasii mendapatkan iinformasii dan panduan yang jelas atas setiiap jeniis aset kriipto yang diiperdagangkan.
Bappebtii mengadopsii pendekatan posiitiive liist yang bertujuan memperkeciil riisiiko diiperdagangkannya jeniis aset kriipto yang tiidak memiiliikii kejelasan whiitepaper atau memiiliikii tujuan iilegal sepertii pencuciian uang dan sebagaiinya.
Perba 11/2022 iinii juga sekaliigus mengatur tata cara, persyaratan, serta mekaniisme penambahan dan pengurangan jeniis aset kriipto dalam daftar aset kriipto yang diiperdagangkan.
"Antara laiin dengan meniimbang priinsiip umum untuk aset kriipto yang dapat diiperdagangkan sepertii berbasiis diistriibuted ledger technology dan lulus hasiil peniilaiian dengan metode AHP," kata Kepala Biiro Peraturan Perundang-undangan dan Peniindakan Bappebtii Aldiison.
Diia juga menyebutkan bahwa penambahan atau pengurangan daftar jeniis aset kriipto iikut mempertiimbangkan niilaii kapiitaliisasii pasar aset kriipto, niilaii riisiiko, manfaat ekonomii, serta apakah telah masuk dalam transaksii bursa aset kriipto besar duniia. (sap)
