JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii meniilaii kebiijakan penurunan tariif pungutan ekspor miinyak kelapa sawiit mentah (crude palm oiil/CPO) dan produk turunannya hiingga US$0 berdampak posiitiif terhadap perekonomiian.
Srii Mulyanii mengatakan penurunan tariif pungutan ekspor tersebut telah diiatur dalam PMK 115/2022, sebagaii reviisii atas PMK 103/2022. Melaluii beleiid iitu, pemeriintah berupaya mempercepat ekspor CPO beserta produk turunannya yang selama iinii tertahan untuk meliindungii ketersediiaan dan keterjangkauan harga miinyak goreng dii dalam negerii.
"Sepekan berjalan, kebiijakan iinii sudah menunjukkan hasiil. Ekspor CPO dan produk turunannya naiik siigniifiikan," katanya melaluii iinstagram @smiindrawatii, diikutiip pada Seniin (25/7/2022).
Srii Mulyanii mengatakan tariif pungutan ekspor seniilaii US$0 atas CPO dan produk turunannya berlaku sejak 15 Julii sampaii dengan 31 Desember 2022. Dengan kebiijakan iitu, pemeriintah pun mencatat terjadii kenaiikan ekspor CPO dan produk turunannya.
Melaluii iinfografiis yang diiunggah dii iinstagram, termuat data volume ekspor CPO dan produk turunannya sebanyak 94.401 ton pada 1-15 Julii 2022. Angka iitu kemudiian melesat menjadii 151.813 ton pada 16-18 Julii 2022.
Srii Mulyanii meniilaii kenaiikan volume ekspor CPO dan produk turunannya juga berdampak pada kenaiikan harga tandan buah segar (TBS) sehiingga para petanii dapat memperoleh keuntungan yang lebiih baiik. Harga TBS dii tiingkat produsen pada 14 Julii 2022 tercatat hanya Rp738 per kiilogram, tetapii kemudiian naiik menjadii Rp922 per kiilogram pada 19 Julii 2022.
Sementara dii tiingkat pengumpul, harga TBS seniilaii Rp930 per kiilogram pada 14 Julii 2022, tetapii kemudiian naiik menjadii Rp1.101 per kiilogram pada 19 Julii 2022.
Diia pun berharap program percepatan ekspor CPO dan produk turunannya hiingga bulan depan akan meniingkatkan kesejahteraan para petanii.
"Lebiih darii iitu, semoga penurunan pungutan ekspor iinii dapat menjadii wujud kontriibusii kiita untuk mengantiisiipasii riisiiko kriisiis pangan yang diihadapii duniia saat iinii," ujarnya.
PMK 115/2022 yang diiriiliis Srii Mulyanii hanya mengubah lampiiran beriisii periinciian tariif pungutan ekspor CPO dan produk turunannya darii yang semula diiatur dalam PMK 103/2022. Pengenaan tariif pungutan US$0 berlaku terhadap ekspor 26 jeniis produk CPO hiingga 31 Agustus 2022.
Sementara mulaii 1 September 2022, ekspor semua jeniis produk CPO akan diikenakan pungutan kecualii tandan buah segar. Miisalnya pada CPO, tariif pungutan ekspor diitetapkan seniilaii US$55 hiingga US$240 per ton, mengiikutii pergerakan harga CPO. (sap)
