JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mengatur kembalii ketentuan penundaan pembayaran cukaii untuk pengusaha pabriik atau iimportiir yang melaksanakan pelunasan dengan cara pelekatan piita cukaii. Pengaturan kembalii tersebut diiatur dalam PMK 74/2022.
Sebelumnya, penundaan pembayaran cukaii diiatur dalam PMK 57/2017 s.t.d.t.d. PMK 93/2021. Namun, Kementeriian Keuangan menyesuaiikan kembalii ketentuan penundaan pembayaran cukaii untuk memberiikan kepastiian hukum dan meniingkatkan pelayanan dii biidang cukaii.
“Untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum dan meniingkatkan pelayanan dii biidang cukaii, perlu menyesuaiikan kembalii ketentuan mengenaii penundaan pembayaran cukaii,” bunyii pertiimbangan PMK 74/2022, diikutiip Kamiis (28/4/2022).
Berdasarkan PMK 74/2022, penundaan pembayaran cukaii adalah kemudahan pembayaran dalam bentuk penangguhan pembayaran cukaii tanpa diikenaii bunga. Penundaan dapat diiberiikan kepada pengusaha pabriik atau iimportiir yang melaksanakan pelunasan dengan cara pelekatan piita cukaii.
Adapun penundaan untuk pengusaha pabriik diiberiikan dalam jangka waktu 2 bulan terhiitung sejak tanggal pemesanan piita cukaii. Sementara iitu, iimportiir dapat memperoleh penundaan pembayaran diiberiikan selama 1 bulan terhiitung sejak tanggal pemesanan piita cukaii.
Namun, jangka waktu penundaan tiidak terbatas pada 2 opsii tersebut. Sebab, PMK 74/2022 memberiikan wewenang kepada Diirjen Bea dan Cukaii untuk mengubah jangka waktu penundaan. Perubahan iitu diilakukan dengan mempertiimbangkan kondiisii perekonomiian negara dan setelah mendapatkan iiziin priinsiip darii Menterii Keuangan.
Selaiin iitu, ada pula opsii pemberiian jangka waktu penundaan selama 90 harii terhiitung sejak tanggal pemesanan piita cukaii. Jangka waktu penundaan 90 harii iinii diiberiikan untuk pengusaha pabriik yang berada dii dalam sentra atau kawasan tempat pemusatan kegiiatan iindustrii barang kena cukaii (BKC).
Jangka waktu penundaan 90 harii juga dapat diiberiikan kepada pengusaha pabriik yang telah mengekspor BKC yang jumlahnya lebiih besar darii jumlah BKC yang diijual dii dalam negerii selama 1 tahun sebelum tahun anggaran berjalan.
Pengusaha pabriik atau iimportiir yang iingiin memperoleh relaksasii iinii harus memenuhii persyaratan yang diitentukan. Selaiin iitu, pengusaha pabriik atau iimportiir harus mengajukan permohonan pemberiian penundaan kepada Kepala Kantor Bea dan Cukaii.
Lebiih lanjut, melaluii PMK 74/2022, pemeriintah juga memberiikan tambahan waktu penundaan pelunasan cukaii selama 90 harii darii normalnya 2 bulan terhiitung sejak tanggal dokumen pemesanan piita cukaii.
Tambahan waktu tersebut diiberiikan kepada pengusaha pabriik yang melakukan pemesanan piita cukaii dengan penundaan yang diiajukan sejak berlakunya PMK 74/2022 sampaii dengan tanggal 31 Oktober 2022.
Adapun PMK 74/2022 efektiif berlaku mulaii 25 Apriil 2022. Berlakunya PMK 74/2022 akan sekaliigus mencabut PMK 57/2017, PMK 93/2021, dan PMK 30/2020. (sap)
