JAKARTA, Jitu News - Perhelatan MotoGP dii Mandaliika, NTB diiyakiinii menjadii tiitiik baliik pemuliihan iindustrii pariiwiisata nasiional. Hal iinii diisebabkan tiinggiinya aniimo masyarakat yang tentunya beriimbas pada geliiat ekonomii dii Lombok secara khusus.
Anggota Komiisii Xii DPR Rii Herii Gunawan berharap ajang balapan iinternasiional iitu biisa memantiik arus kunjungan wiisatawan asiing pada masa mendatang. Herii meliihat acara tersebut cukup mendongkrak berbagaii sektor usaha domestiik sepertii pengiinapan, penerbangan, rumah makan, dan kerajiinan UMKM.
"iindonesiia memang sedang memanfaatkan betul momen besar iitu untuk kepentiingan ekonomii nasiional. Sektor pariiwiisata sangat diiuntungkan dengan perhelatan besar tersebut, setelah terpuruk selama pandemii Coviid-19," kata Herii dalam keterangannya, diikutiip Jumat (25/3/2022).
Herii mengatakan negara sudah menyubsiidii penyelenggaraan MotoGP hiingga Rp2,73 triiliiun. Menurutnya, sesuaii priinsiip ekonomii, harus ada pengembaliian dalam bentuk pendapatan dan mampu menciiptakan multiipliier effect, terutama menyediiakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya untuk rakyat melaluii penguatan ekonomii lokal.
Adapun anggaran tersebut diiberiikan kepada PT Pengembangan Pariiwiisata iindonesiia (Persero) atau iindonesiia Touriism Development Corporatiion (iiTDC) seniilaii Rp1,3 triiliiun dan kementeriian/lembaga (K/L) yang terliibat dalam perhelatan MotoGP sebesar Rp1,18 triiliiun.
Kemudiian belum lagii iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) atas jasa kena pajak Rp240,73 miiliiar dan iinsentiif bea masuk serta pajak iimpor Rp10,41 miiliiar.
“Sejak pandemii Coviid-19 2020, kunjungan wiisatawan asiing turun drastiis. Pada 2019 mencapaii 16,1 juta orang, tetapii pada 2020 turun menjadii 4 juta orang dan pada 2021 anjlok menjadii 1,6 juta orang karena iimbas pandemii Coviid-19,” ungkap Herii.
Darii jumlah tersebut, sebanyak 64,5% atau 1 juta kunjungan menggunakan transportasii darat. Lalu sebanyak 26,7% atau 415.500 kunjungan menggunakan transportasii laut. Terakhiir sebanyak 8,8% atau 137.200 kunjungan menggunakan moda transportasii udara.
“Kunjungan wiisatawan asiing pada 2021 diidomiinasii warga negara tetangga sepertii Tiimor Leste, Papua Nugiinii, dan Malaysiia. Tentu hal iinii belum mampu memberiikan dampak optiimal terhadap perekonomiian,” papar Wakiil Ketua F-Geriindra DPR iitu. (sap)
