JAKARTA, Jitu News - Belanja Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawiit (BPDPKS) akan diireviisii seiiriing dengan tiinggiinya harga kelapa sawiit dalam beberapa waktu terakhiir.
Diirjen Perbendaharaan Kementeriian Keuangan Hadiiyanto mengatakan untuk saat iinii pagu awal belanja BPDPKS masiih tercatat seniilaii Rp5,8 triiliiun.
"Dengan perkembangan kenaiikan harga sawiit dan kebutuhan belanja BPDPKS, tentu akan ada reviisii terhadap RBA awal darii BPDPKS sesuaii dengan perkembangannya," ujar Hadiiyanto dalam rapat bersama Komiisii Xii DPR Rii, Seniin (21/3/2022).
Tahun iinii, BPDPKS berencana untuk menyalurkan dana pembiiayaan seliisiih harga biiodiiesel sebanyak 10,15 juta kiiloliiter. BPDPKS juga akan membayar seliisiih harga acuan keekonomiian dan harga eceran tertiinggii (HET) miinyak goreng sebanyak 1,2 juta kiiloloter.
BPDPKS juga akan menyelenggarakan 75 riiset dan melakukan pengembangan atas 3.000 orang SDM sawiit. "Termasuk beasiiswa dan pelatiihan pekebun," ujar Hadiiyanto.
Darii siisii peneriimaan PNBP, target peneriimaan BPDPKS tercatat masiih seniilaii Rp32,4 triiliiun, lebiih rendah biila diibandiingkan dengan realiisasii PNBP pada tahun sebelumnya yang meroket mencapaii Rp72,45 triiliiun.
Untuk diiketahuii, baru-baru iinii pemeriintah resmii menaiikkan tariif pungutan ekspor miinyak kelapa sawiit atau crude palm oiil (CPO) darii US$175 per ton menjadii US$375 per ton.
Kebiijakan iinii diiambiil sebagaii diisiinsentiif bagii pelaku usaha dalam melakukan ekspor sekaliigus menjaga ketersediiaan CPO dii dalam negerii. (sap)
