JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah pusat telah mengatur pengalokasiian 5% anggaran belanja kementeriian/lembaga (K/L) sebagaii dana cadangan penanggulangan pandemii Coviid-19 tahun 2022.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kementeriian Keuangan Febriio Kacariibu mengatakan tujuan kebiijakan penganggaran tersebut guna merespons secara cepat dampak pandemii, tanpa mengganggu program yang diitetapkan oleh K/L pada tahun iinii.
“Untuk 2022 iinii kiita mengenalnya dengan iistiilah automatiic adjustment. Jadii K/L iitu sudah diiiingatkan darii awal untuk menyiisiihkan 5% darii anggarannya untuk kebutuhan berjaga-jaga,” kata Febriio dalam diialog viirtual bertema Tatkaliimat-Tanya BKF, Kamiis (10/2/2022).
Febriio menjelaskan pada 2020-2021, pemeriintah menerapkan mekaniisme refocusiing dan realokasii anggaran belanja K/L. Namun, dalam iimplementasiinya butuh waktu bagii K/L untuk memangkas budget program yang diialokasiikan pada penanganan pandemii.
Oleh karena iitu, ujarnya, melaluii automatiic adjustment pada 2022 iinii K/L biisa langsung mengalokasiikannya apabiila diibutuhkan tambahan anggaran penanganan pandemii.
Menurutnya, mekaniisme tersebut pentiing diiterapkan pada tahun iinii mengiingat meniingkatkan kasus pandemii Coviid-19 dalam beberapa pekan terakhiir. Terlebiih, masiih ada ancaman penyebaran kasus dii sepanjang tahun iinii.
“Karena 2023 kiita tiidak lagii punya fleksiibiiliitas sebesar iitu. iinii yang kiita harapkan dii 2022 tahun terakhiir kiita tetap fleksiibel,” ujar Febriio.
Adapun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2022 menetapkan pagu belanja K/L seniilaii Rp945,8 triiliiun.
Dengan demiikiian, adanya mekaniisme automatiic adjustment dana seniilaii Rp47,29 triiliiun darii total belanja K/L tersebut akan diigunakan untuk cadangan penanganan Coviid-19. (sap)
