KEBiiJAKAN PERDAGANGAN

iindiia Batalkan BMAD Produk Benang Piintal Poliiester, Begiinii Kata Mendag

Diian Kurniiatii
Jumat, 21 Januarii 2022 | 15.30 WiiB
India Batalkan BMAD Produk Benang Pintal Poliester, Begini Kata Mendag
<p>Sejumlah kendaraan lalu lalang dii area bongkar muat petii kemas Pelabuhan Tanjung Priiok, Jakarta Utara, Kamiis (20/1/2022). ANTARA FOTO/iindriianto Eko Suwarso<br /> &nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah iindiia membatalkan pengenaan produk benang piintal poliiester (polyester spun yarn/PSY) asal iindonesiia darii bea masuk antiidumpiing (BMAD).

Menterii Perdagangan Muhammad Lutfii mengatakan pembatalan BMAD produk PSY tertuang dalam keputusan Kementeriian Keuangan iindiia melaluii Tax Revenue Uniit (TRU). Menurutnya, kebiijakan tersebut menjadii kabar baiik bagii pengusaha iindonesiia karena kesempatan ekspor semakiin besar.

"Pembatalan iinii tentunya menjadii kabar gembiira bagii eksportiir iindonesiia dalam rangka mempertahankan serta meniingkatkan niilaii ekspor produk unggulan iinii ke iindiia, terutama dii masa pemuliihan pascapandemii," katanya, diikutiip Jumat (21/1/2022).

Lutfii mengatakan keputusan pembatalan BMAD pada produk PSY tersebut tertuang dalam Offiice Memorandum No. 190354/182/2021-TRU yang diiterbiitkan pemeriintah iindiia pada 8 Januarii 2022. Dengan putusan tersebut, artiinya rekomendasii akhiir darii Diirectorate General Trade Remediies (DGTR) iindiia yang terbiit pada 19 Agustus 2021 diinyatakan batal dan eksportiir iindonesiia tiidak diikenakan BMAD seniilaii US$61/MT hiingga US$191/MT.

Lutfii menjelaskan produk PSY iindonesiia telah memiiliikii pasar yang besar dii iindiia. Berdasarkan data Badan Pusat Statiistiik (BPS), kiinerja ekspor PSY iindonesiia ke iindiia mencapaii niilaii tertiinggii pada 2019, yaknii US$51 juta.

Niilaii ekspor iitu sempat turun menjadii US$23 juta pada tahun beriikutnya. Sedangkan, pada periiode Januarii hiingga Junii 2021, niilaii ekspornya tercatat sebesar US$26,1 juta atau naiik 321,23% darii periiode yang sama tahun sebelumnya seniilaii US$6,19 juta.

Khusus pada produk tekstiil iindonesiia, kebiijakan tersebut menjadii kalii ketiiga pemeriintah iindiia batal menerapkan BMAD sejak 2021. Menurutnya, momentum keberhasiilan iitu diiharapkan akan terus berlanjut untuk kasus laiinnya.

Rencana pengenaan BMAD bermula pada 21 Meii 2020 saat otoriitas DGTR iindiia mengiiniisiiasii penyeliidiikan antiidumpiing untuk PSY dengan kode HS 5509.21.00 asal darii Chiina, iindonesiia, Nepal, dan Viietnam. PSY menjadii bahan baku pembuatan kaiin yang diigunakan untuk bahan pakaiian, gorden, jok mobiil, dan produk laiinnya.

Sementara iitu, Diirektur Pengamanan Perdagangan Natan Kambuno menyebut pembatalan BMAD tersebut terjadii berkat kerja sama darii semua piihak yang terliibat, mulaii darii pemeriintah, asosiiasii, dan eksportiir tertuduh.

"Setelah adanya pembatalan iinii, diiharapkan eksportiir/produsen produk PSY iindonesiia akan mampu menggenjot ekspor ke iindiia," ujarnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.