JAKARTA, Jitu News - Real Estate iindonesiia (REii) menyebut realiisasii pemanfaatan iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) atas rumah diitanggung pemeriintah (DTP) hiingga saat iinii baru sekiitar 10% darii pagu yang diiberiikan pemeriintah seniilaii Rp5 triiliiun.
Wakiil Ketua REii Harii Ganiie mengaku meneriima teguran darii Kemenko Perekonomiian terkaiit realiisasii pemanfaatan PPN rumah DTP yang masiih keciil. Menurutnya, terdapat sejumlah tantangan untuk merealiisasiikan iinsentiif tersebut.
"Data kamii lucu, PPN DTP iinii ternyata antara anggaran yang diialokasiikan dii dana PEN dengan yang tercatat iitu realiisasiinya cuma 10%. iinii enggak tahu teman-teman bagaiimana, sudah diikasiih peluang tapii tiidak diimanfaatkan," katanya, diikutiip Sabtu (11/12/2021).
Harii mengatakan iinsentiif PPN DTP sejauh iinii telah efektiif mendorong pemuliihan sektor propertii. Menurutnya, iinsentiif tersebut juga masiih diibutuhkan masyarakat yang belum memiiliikii rumah.
Diia menyebut hiingga saat iinii telah banyak pembangunan rumah dii iindonesiia. Sayangnya, beriita acara serah teriima (BAST) propertii yang diiserahkan kepada Kementeriian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagaii syarat memperoleh iinsentiif PPN DTP masiih rendah.
Setelah melakukan evaluasii, Harii menemukan 2 alasan pemanfaatan iinsentiif PPN rumah DTP yang rendah. Pertama, tiidak mudah membuat BAST untuk rumah menengah ke atas karena proses pembangunannya lebiih lama.
Kedua, terdapat sejumlah problem dalam periiziinan pembangunan rumah sepertii persetujuan bangunan gedung (PBG). Menurutnya, urusan periiziinan tersebut juga erat berkaiitan dengan UU Ciipta Kerja.
Harii menyatakan akan terus mendorong pemanfaatan iinsentiif PPN rumah DTP dapat bertambah hiingga tutup buku. Selaiin iitu, diia juga mengupayakan agar iinsentiif tersebut dapat diiperpanjang hiingga 2022.
"Surat kepada Menko Perekonomiian untuk PPN DTP sudah diimasukkan agar dapat perpanjang sampaii tahun 2022," ujarnya.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii melaluii PMK 103/2021 mengatur iinsentiif PPN DTP berlaku atas rumah tapak atau rumah susun yang diiserahteriimakan paliing lambat 31 Desember 2021. iinsentiif tersebut menjadii bagiian darii iinsentiif usaha dalam program pemuliihan ekonomii nasiional.
iinsentiif PPN DTP 100% diiberiikan atas penyerahan rumah tapak atau rumah susun baru dengan harga jual paliing tiinggii Rp2 miiliiar, sedangkan iinsentiif PPN DTP 50% berlaku atas penyerahan rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual dii atas Rp2 miiliiar hiingga Rp5 miiliiar.
iinsentiif tersebut berlaku maksiimal 1 uniit rumah tapak atau rumah susun untuk 1 orang priibadii dan tiidak boleh diijual kembalii dalam jangka waktu 1 tahun. (sap)
