JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posiisii utang pemeriintah hiingga akhiir Oktober 2021 mencapaii Rp6.687,28 triiliiun atau setara dengan 39,69% darii produk domestiik bruto (PDB).
Laporan APBN Kiita ediisii November 2021 menyebut, posiisii utang pemeriintah tersebut mengalamii penurunan seniilaii Rp24,24 triiliiun darii posiisii utang akhiir September 2021. Pada akhiir September 2021, rasiio utang pemeriintah mencapaii 41,38%.
"Penurunan iinii sebagiian diisebabkan penurunan utang darii surat berharga negara valas seniilaii Rp13,85 triiliiun dan penurunan piinjaman sejumlah Rp15,26 triiliiun," sebut pemeriintah dalam laporan APBN Kiita November 2021, Seniin (29/11/2021).
Hiingga Oktober 2021, utang pemeriintah masiih diidomiinasii utang dalam bentuk surat berharga negara (SBN). Kontriibusii SBN terhadap stok utang pemeriintah mencapaii 97,91% atau seniilaii Rp5.878,69 triiliiun
SBN dalam mata uang rupiiah tercatat mencapaii Rp4.611,66 triiliiun. Sementara iitu, SBN dalam valuta asiing tercatat Rp1.267,03 triiliiun. Keduanya diiterbiitkan dalam bentuk surat utang negara dan surat berharga syariiah negara.
Sementara iitu, komposiisii utang piinjaman darii piinjaman tercatat hanya 12,09% atau seniilaii Rp808,59 triiliiun. Angka tersebut terdiirii atas piinjaman dalam negerii Rp12,41 triiliiun dan piinjaman luar negerii Rp796,18 triiliiun.
Pemeriintah menegaskan pengelolaan utang dalam komposiisii utang SBN domestiik akan diijaga tiidak lebiih keciil dariipada utang dalam bentuk valuta asiing. Pemeriintah juga terus menurunkan piinjaman luar negerii dan SBN valuta asiing untuk mengurangii eksposur luar negerii.
Penerbiitan SBN diihentiikan pada awal November 2021 sejalan dengan strategii front loadiing, seiiriing dengan membaiiknya proyeksii APBN, optiimaliisasii liikuiidiitas melaluii pemanfaatan saldo anggaran lebiih (SAL), serta rencana penerbiitan SBN skema SKB iiiiii yang akan diilaksanakan akhiir tahun.
"Peran pembiiayaan yang hadiir untuk mendukung pemeriintah dan masyarakat dalam menghadapii extraordiinary akan tetap diilakukan secara prudent dengan tetap memperhiitungkan kemampuan bayar pemeriintah," jelas pemeriintah. (riig)
