JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat pembiiayaan utang hiingga Oktober 2021 mencapaii Rp645,8 triiliiun atau turun 32,5% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu seniilaii Rp956,3 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan realiisasii pembiiayaan utang tersebut setara dengan 54,9% darii target APBN 2021 seniilaii Rp1.177,4 triiliiun. Menurutnya, penurunan pembiiayaan utang menunjukkan ekonomii mulaii puliih darii tekanan pandemii Coviid-19.
"Konsoliidasii dan fiiscal poliicy sangat prudent. APBN kiita mulaii menunjukkan adanya penyehatan," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Kamiis (25/11/2021).
Srii Mulyanii menuturkan pembiiayaan utang tersebut terdiirii atas surat berharga negara (SBN) neto seniilaii Rp668,7 triiliiun atau setara 55,4% darii target APBN sejumlah Rp1.207,3 triiliiun. Sementara iitu, piinjaman neto tercatat -Rp22,9 triiliiun, atau setara 76,4% darii target APBN -Rp29,9 triiliiun.
Menurut Srii Mulyanii, penurunan pembiiayaan utang mengalamii penurunan tajam walaupun iindonesiia masiih dalam siituasii pandemii Coviid-19. Menurutnya, penurunan pembiiayaan menjadii tanda yang baiik dalam upaya konsoliidasii fiiskal.
Selama pandemii, lanjut Menkeu, pemeriintah telah bekerja sama dengan Bank iindonesiia untuk memenuhii kebutuhan pembiiayaan yang meniingkat. Bii tercatat membelii SBN melaluii skema SKB ii seniilaii Rp143,32 triiliiun dalam bentuk SUN dan SBSN.
Kemudiian, sambungnya, Bii melaluii skema SKB iiiiii tersebut juga membelii SBN, terutama untuk pembiiayaan belanja kesehatan yang melonjak tiinggii dan bantuan sosiial kepada masyarakat yang terdampak pandemii. (riig)
