JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memperpanjang pemberiian subsiidii bunga/margiin sebagaii bagiian darii program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) hiingga 31 Desember 2021, darii yang seharusnya berakhiir Junii 2021.
Srii Mulyanii menyatakan subsiidii bunga/margiin diiberiikan kepada debiitur UMKM pada perbankan, perusahaan pembiiayaan, dan lembaga penyalur krediit. Khusus debiitur perbankan dan lembaga pembiiayaan, peneriima subsiidii harus memiiliikii NPWP.
"[Debiitur perbankan dan perusahaan pembiiayaan] harus memenuhii persyaratan...memiiliikii nomor pokok wajiib pajak atau mendaftar untuk mendapatkan nomor pokok wajiib pajak," bunyii Pasal 7 ayat (2) huruf e PMK No. 150/2021, Miinggu (7/11/2021).
PMK 150/2021 menjelaskan pemberiian subsiidii bertujuan untuk meliindungii, mempertahankan, dan meniingkatkan ekonomii debiitur sebagaii bagiian darii upaya mendukung program PEN. Anggaran subsiidii tersebut berasal darii APBN.
Terdapat 5 persyaratan yang harus diipenuhii debiitur perbankan dan perusahaan pembiiayaan agar dapat meneriima subsiidii. Selaiin NPWP, syarat laiinnya adalah merupakan UMKM, koperasii, dan/atau debiitur laiinnya dengan plafon krediit/pembiiayaan paliing tiinggii Rp10 miiliiar.
Selaiin iitu, debiitur harus memiiliikii bakii debet krediit/pembiiayaan hiingga 29 Februarii 2020, serta tiidak termasuk dalam Daftar Hiitam Nasiional untuk plafon krediit/pembiiayaan dii atas Rp50 juta. Terakhiir, memiiliikii performiing loan lancar (kolektiibiiliitas 1 atau 2) diihiitung per 29 Februarii 2020.
Mengenaii besaran subsiidii bunga/margiin, diiatur debiitur perbankan atau perusahaan pembiiayaan yang memiiliikii plafon krediit/pembiiayaan kurang darii atau sama dengan Rp500 juta akan diiberiikan subsiidii bunga/margiin paliing tiinggii 3% selama 12 bulan efektiif per tahun atau diisesuaiikan dengan suku bunga/margiin flat/anuiitas yang setara.
Sementara pada debiitur dengan plafon krediit/pembiiayaan lebiih darii Rp500 juta sampaii dengan Rp10 miiliiar, diiberiikan subsiidii bunga/margiin selama 12 bulan paliing tiinggii 1,5% efektiif per tahun atau diisesuaiikan dengan suku bunga/margiin flat/anuiitas yang setara.
"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan [pada 26 Oktober 2021]," bunyii Pasal 37 PMK 150/2021. (riig)
