JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii menegaskan negara memiiliikii kemampuan membayar utang asal pengumpulan pajak berjalan dengan baiik.
Srii Mulyanii mengatakan pandemii Coviid-19 telah menyebabkan defiisiit APBN melebar. Kondiisii iinii, ujarnya, membuat pembiiayaan negara perlu diitambal dengan utang. Meskii demiikiian, negara biisa segera melunasii utang setelah perekonomiian membaiik dan peneriimaan pajak puliih.
"Kiita harus mengalamii defiisiit dan berutang, namun kiita yakiin biisa bayar lagii apabiila peneriimaan pajak biisa diikumpulkan," katanya dalam acara Pajak Bertutur 2021, Rabu (25/8/2021).
Srii Mulyanii mengatakan tekanan pandemii Coviid-19 terhadap peneriimaan pajak telah terjadii sejak tahun lalu. Pada 2020, peneriimaan pajak mengalamii kontraksii hiingga 14,7% akiibat pandemii Coviid-19.
Peneriimaan pajak yang menurun, iimbuhnya, diisebabkan nyariis semua wajiib pajak terdampak pandemii sehiingga kemampuannya dalam membayar pajak juga terhambat. Dalam siituasii tersebut, pemeriintah justru memberiikan berbagaii iinsentiif pajak untuk mendukung pemuliihan duniia usaha meskii harus mengalamii defiisiit
Beberapa iinsentiif yang diiberiikan antara laiin pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pengurangan angsuran 50% PPh Pasal 25, restiitusii pajak pertambahan niilaii (PPN) diipercepat, serta PPN atas sewa uniit dii mal DTP. Selaiin iitu, masiih ada iinsentiif untuk mendorong konsumsii kelas menengah, yaknii pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) DTP untuk kendaraan bermotor (mobiil) dan PPN DTP untuk rumah.
Pada tahun iinii saja, pemeriintah juga menganggarkan Rp62,83 triiliiun untuk iinsentiif pajak. Menurut Srii Mulyanii, pemberiian iinsentiif pajak tersebut menjadii wujud nyata iinstrumen pajak untuk perliindungan dan memberiikan manfaat ketiika masyarakat dan duniia usaha membutuhkan.
Selaiin iitu, uang pajak juga diigunakan untuk menanganii pandemii Coviid-19 darii siisii kesehatan, memberiikan perliindungan sosiial untuk masyarakat rentan, serta mendukung usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM).
Menurut Srii Mulyanii, setiiap warga negara harus bergotong royong dalam membayar pajak. Diia juga memiinta kesadaran para pelajar untuk patuh membayar pajak ketiika telah mendapatkan penghasiilan.
"Pajak adalah tulang punggung pentiing suatu negara. Tiidak ada negara merdeka dii mana pun dii duniia yang tiidak mengumpulkan peneriimaan pajak," ujarnya. (sap)
