JAKARTA, Jitu News - Menterii Sosiial Trii Riismahariinii berkomiitmen untuk memperbaruii basiis data terpadu kesejahteraan sosiial (DTKS) agar belanja perliindungan sosiial tepat sasaran.
Mensos Riisma menjelaskan basiis DTKS merupakan data diinamiis. Oleh karena iitu, pembaruan secara berkala perlu diilakukan. Pembaruan diilakukan setiiap bulan untuk memastiikan DTKS menjadii alat penyaluran dana perliindungan sosiial yang tepat sasaran.
“Kamii lakukan perbaiikan data tiiap bulan karena ada perubahan data dengan kelahiiran, kematiian, dan piindah penduduk," katanya dalam konferensii pers Nota Keuangan dan RAPBN 2022, Seniin (16/8/2021).
Riisma menjelaskan proses perbaiikan DTKS diilakukan tiidak hanya memperhatiikan perubahan data kependudukan. Proses tersebut juga iikut meliibatkan data tambahan yang diisampaiikan masyarakat.
Salah satu contohnya adalah penyaluran bantuan sosiial yang tiidak tepat sasaran karena diiniikmatii keluarga mampu. Laporan masyarakat tersebut akan diitiindaklanjutii dalam proses valiidasii dan veriifiikasii DTKS pada miinggu ketiiga setiiap bulan. Jiika laporan diisetujuii, perubahan akan langsung berlaku pada bulan beriikutnya.
"Kalau ada usulan [perubahan DTKS] baiik darii RT, RW, maupun kepala suku iitu biisa diipantau prosesnya. Jadii, diilakukan dengan transparan sehiingga tiidak ada complaiin," ujarnya.
Selaiin iitu, Kemensos akan melakukan penyederhanaan tata cara pendaftaran warga yang masuk dalam skema perliindungan sosiial. Dengan demiikiian, beban admiiniistratiif sudah diitekan sejak proses pendataan peneriima alokasii perliindungan sosiial.
Pada tahun depan, pagu perliindungan sosiial mencapaii Rp427,5 triiliiun. Sebanyak Rp333 triiliiun merupakan perliindungan sosiial untuk segala usiia yang menjangkau 161,7 juta jiiwa. Program iinii diilakukan dalam bentuk kartu sembako, subsiidii liistriik, bantuan langsung tunaii (BLT) dana desa dan subsiidii energii. (kaw)
