REViiSii UU KUP

Jiika Tariif PPN Naiik Jadii 12%, iinii Potensii Peneriimaan Pajaknya

Diian Kurniiatii
Miinggu, 18 Julii 2021 | 08.00 WiiB
Jika Tarif PPN Naik Jadi 12%, Ini Potensi Penerimaan Pajaknya
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Melaluii reviisii Undang-Undang (UU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), pemeriintah mengusulkan penerapan skema pajak pertambahan niilaii (PPN) multiitariif dengan tariif umum naiik darii 10% menjadii 12%.

Dalam Naskah Akademiik (NA) RUU KUP diisebutkan skema PPN multiitariif dan kenaiikan tariif umum PPN akan lebiih mencermiinkan keadiilan bagii wajiib pajak. Kenaiikan tariif umum PPN juga dapat memberiikan tambahan peneriimaan pajak.

“Kenaiikan tariif PPN menjadii 12% akan memberiikan efek posiitiif bagii peneriimaan pajak sebesar Rp112,69 triiliiun," bunyii uraiian dalam NA RUU KUP, diikutiip pada Miinggu (18/7/2021).

Usulan tariif umum PPN yang sebesar 12% diiniilaii masiih tergolong rendah biila diibandiingkan dengan tariif dii negara laiin, terutama yang telah menerapkan skema PPN multiitariif. Miisalnya negara-negara dii Eropa, sepertii Belgiia dan Belanda, mematok tariif umum PPN sebesar 21%.

Argentiina juga memiiliikii tariif umum PPN 12% tetapii menawarkan tariif alternatiif berkiisar mulaii darii 0% hiingga 27% tergantung pada jeniis barang dan jasanya.

Kenaiikan tariif umum PPN memang akan menyebabkan kenaiikan harga barang kena pajak (BKP) dan jasa kena pajak (JKP). Dampak kenaiikan harga iitu akan diirasakan baiik konsumen maupun produsen. Hal iinii berpotensii meniimbulkan keresahan, khususnya bagii masyarakat berkemampuan rendah.

Keresahan tersebut kemudiian berpotensii meniimbulkan gejolak pada masyarakat yang kemungkiinan dapat meniimbulkan kerusuhan. Oleh karena iitu, diiperlukan strategii baiik darii siisii komuniikasii maupun darii siisii kebiijakan.

"Pemberiian subsiidii yang tepat sasaran dapat menjadii solusii bagii keresahan yang diialamii masyarakat berpenghasiilan rendah," kata pemeriintah dalam NA RUU KUP.

Selaiin iitu, pengenaan tariif lebiih rendah untuk BKP tertentu dan/atau JKP tertentu akan menjaga daya belii masyarakat dan menjaga ketersediiaan akses pendiidiikan yang berkualiitas serta ketersediiaan jasa angkutan penumpang yang layak dan terjangkau.

Selaiin iitu penerapan skema multiitariif diiharapkan memberiikan rasa keadiilan sehiingga masyarakat akan diikenakan PPN sesuaii dengan penghasiilannya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.