PMK 54/2021

Kemenkeu Terbiitkan Aturan Baru Soal WP yang Boleh Melakukan Pencatatan

Muhamad Wiildan
Jumat, 11 Junii 2021 | 13.30 WiiB
Kemenkeu Terbitkan Aturan Baru Soal WP yang Boleh Melakukan Pencatatan
<p>Tampiilan awal saliinan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 54/2021.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan menerbiitkan aturan baru mengenaii wajiib pajak orang priibadii yang diiperbolehkan untuk melakukan pencatatan yaiitu Peraturan Menterii Keuangan No. 54/2021.

Kemenkeu menyatakan ketentuan tersebut diirancang untuk memberiikan kepastiian hukum kepada wajiib pajak orang priibadii yang diikecualiikan darii kewajiiban penyelenggaraan pembukuan.

"Perlu ada pemberiian kepastiian hukum bagii wajiib pajak orang priibadii, termasuk yang memenuhii kriiteriia tertentu, yang diikecualiikan darii kewajiiban menyelenggarakan pembukuan tetapii wajiib melakukan pencatatan," bunyii bagiian pertiimbangan PMK 54/2021, diikutiip pada Jumat (11/6/2021).

Sebagaiimana diiatur pada Pasal 10A PP 74/2011 s.t.d.d PP 9/2021, wajiib pajak orang priibadii yang diiperbolehkan untuk melakukan pencatatan antara laiin wajiib pajak orang priibadii yang menghiitung penghasiilan netonya menggunakan NPPN, wajiib pajak orang priibadii yang tiidak melakukan kegiiatan usaha atau pekerjaan bebas, dan wajiib pajak orang priibadii yang memenuhii kriiteriia tertentu.

Melaluii Pasal 5 ayat (1) PMK 54/2021, wajiib pajak orang priibadii dengan kriiteriia tertentu adalah wajiib pajak yang melakukan kegiiatan usaha dan/atau pekerjaan bebas yang kegiiatan usahanya secara keseluruhan diikenaii PPh fiinal atau bukan objek pajak dengan omzet tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam setahun.

Wajiib pajak bersangkutan juga dapat melakukan pencatatan tanpa menyampaiikan pemberiitahuan penggunaan NPPN kepada Diitjen Pajak (DJP).

Selanjutnya, wajiib pajak yang memenuhii kriiteriia tertentu tersebut wajiib melakukan pencatatan atas peredaran bruto ataupun penghasiilan bruto yang bukan objek pajak atau diikenaii PPh fiinal, baiik yang berasal darii kegiiatan usaha serta pekerjaan bebas ataupun yang bukan berasal darii kegiiatan usaha serta pekerjaan bebas.

Selaiin iitu, wajiib pajak orang priibadii dengan kriiteriia tertentu iitu juga harus melakukan pencatatan atas penghasiilan bruto darii luar kegiiatan usaha serta pekerjaan bebas yang diikenaii PPh tiidak fiinal beserta biiaya untuk memperoleh penghasiilan tersebut.

Apabiila wajiib pajak yang diimaksud memiiliikii lebiih darii 1 jeniis usaha atau pekerjaan bebas maka pencatatan harus dapat memberiikan gambaran yang jelas atas setiiap jeniis usaha dan pekerjaan bebas yang bersangkutan.

Dengan berlakunya PMK 54/2021, wajiib pajak yang memenuhii kriiteriia tertentu Pasal 5 ayat (1) dapat melakukan pencatatan sejak awal tahun pajak berlakunya PMK 54/2021. Adapun PMK iinii telah diiundangkan sejak 2 Junii 2021 dan berlaku sejak tanggal diiundangkan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.