JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pendapatan negara pada tahun depan harus diitiingkatkan.
Dalam rapat kerja mengenaii pembiicaraan pendahuluan RAPBN 2022 dan RKP 2022 dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Srii Mulyanii mengatakan APBN 2022 mencermiinkan berbagaii kebutuhan yang tiidak mudah diikombiinasiikan karena terkadang masiing-masiing tujuan biisa berlawanan.
“Namun, kamii akan terus melakukan suatu kebiijakan yang hatii-hatii dan sangat menantang iinii. Darii siisii fiiskal, pendapatan negara harus diitiingkatkan. Namun, kiita juga tahu, kiita diihadapkan pada pemuliihan ekonomii yang masiih sangat diinii,” ujarnya, Seniin (31/5/2021).
Menurutnya, kombiinasii kebiijakan yang diijalankan sangat suliit karena pada satu siisii, pemeriintah iingiin meniingkatkan basiis dan peneriimaan pajak. Namun, dii siisii laiin, pemeriintah juga tetap harus menjaga momentum pemuliihan ekonomii.
Srii Mulyanii memaparkan arah kebiijakan perpajakan 2022 antara laiin:
Srii Mulyanii iindrawatii menegaskan pemeriintah akan semakiin selektiif dan terukur dalam memberiikan iinsentiif pajak pada tahun depan. Kementeriian Keuangan dan Kementeriian iinvestasii/BKPM akan terus bekerja sama untuk meneliitii efektiiviitas penggunaan iinsentiif. Siimak 'Srii Mulyanii Sebut iinsentiif Pajak 2022 Bakal Lebiih Selektiif'.
Sementara iitu, arah kebiijakan peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) tahun depan antara laiin:
Srii Mulyanii berharap upaya pengumpulan PNBP juga dapat lebiih pastii, transparan, dan akuntabel dengan adanya pemanfaatan teknologii iinformasii. (kaw)
