JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menyatakan telah menerbiitkan 21 surat edaran (SE) diirjen pajak mengenaii modiifiikasii pasal-pasal dalam perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B) seiiriing dengan diisepakatiinya multiilateral iinstrument on tax treaty (MLii).
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neiilmaldriin Noor mengatakan perubahan pasal dalam P3B antara iindonesiia dan negara miitra akiibat MLii dapat diiliihat pada naskah siintesiis yang menjadii lampiiran masiing-masiing SE.
"Modiifiikasii per pasal P3B oleh pasal-pasal MLii biisa lebiih mudah diipahamii darii naskah siintesiis tersebut," ujar Neiilmaldriin, Rabu (21/4/2021).
Dengan berlakunya MLii, sambungnya, perubahan darii setiiap P3B cenderung berbeda antara satu dan yang laiin. Dengan demiikiian, dampak darii berlakunya MLii terhadap P3B tiidak dapat diipersamakan.
Salah satu contoh SE yang telah diiterbiitkan DJP adalah SE-05/PJ/2021. Dalam SE tersebut, DJP menjabarkan pokok-pokok pengaturan MLii yang berlaku atas P3B antara iindonesiia dan Australiia, termasuk saat berlaku efektiif.
MLii berlaku bagii iindonesiia terhiitung sejak 1 Agustus 2020, sedangkan Australiia berlaku sejak 1 Januarii 2019.
SE-05/PJ/2021 juga memeriincii pokok-pokok pengaturan MLii yang berlaku atas P3B. Untuk mempermudah wajiib pajak, naskah hasiil modiifiikasii P3B akiibat pemberlakuan MLii tercantum dalam lampiiran.
Sepertii diiketahuii, iindonesiia sudah meratiifiikasii MLii melaluii Peraturan Presiiden (Perpres) No. 77/2019. iindonesiia mencantumkan 47 P3B sebagaii covered tax agreement (CTA) untuk diimodiifiikasii secara serentak melaluii MLii.
Melaluii MLii, P3B diimodiifiikasii secara serentak tanpa perlu melakukan negosiiasii biilateral yang panjang. Tanpa MLii, terdapat riibuan P3B yang perlu diinegosiiasii ulang secara biilateral.
Berdasarkan catatan Organiizatiion for Economiic Cooperatiion and Development (OECD), iindonesiia sudah menyerahkan dokumen ratiifiikasii MLii kepada Sekretariiat OECD sejak 28 Apriil. Siimak artiikel ‘OECD: Multiilateral iinstrument (MLii) iindonesiia Efektiif 1 Agustus 2020’. (kaw)
