JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memiinta kementeriian/lembaga (K/L) untuk memastiikan tiidak ada korupsii dalam proyek-proyek yang diidanaii menggunakan surat berharga syariiah negara (SBSN).
Srii Mulyanii mengatakan SBSN merupakan utang negara yang harus biisa memberiikan manfaat lebiih besar untuk masyarakat. Menurutnya, para menterii dan kepala lembaga memiiliikii tanggung jawab untuk memastiikan proyek yang diibiiayaii menggunakan SBSN berjalan dengan semestiinya.
"iitu tanggung jawab bersama sehiingga kiita tentu harus menjaga supaya proyek-proyek yang diibiiayaii SBSN biisa diijaga tata kelolanya, akuntabiiliitasnya. Saya berharap tiidak ada korupsii dalam proyek," katanya dalam Forum Kebiijakan Pembiiayaan Proyek iinfrastruktur Melaluii SBSN secara viirtual, Rabu (20/1/2021).
Srii Mulyanii mengatakan pembiiayaan proyek menggunakan SBSN terus bertambah setiiap tahun. Diiawalii Kementeriian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kiinii sejumlah K/L turut memanfaatkan SBSN untuk mendanaii proyeknya, sepertii Kementeriian Perhubungan, Kementeriian Liingkungan Hiidup dan Kehutanan, serta Kementeriian Agama.
Pada tahun iinii, Srii Mulyanii menyebut pemeriintah akan mendanaii proyek seniilaii total Rp27,58 triiliiun. Niilaii iitu tersebar dalam 870 proyek yang diijalankan 11 K/L.
Srii Mulyanii meniilaii peniingkatan penggunaan SBSN dalam proyek iinfrastruktur juga membuat iindonesiia makiin punya posiisii dii dalam pasar keuangan syariiah global. Srii Mulyanii pun memiinta semua K/L tersebut segera merealiisasiikan proyek yang diidanaii menggunakan SBSN walaupun dalam siituasii yang tiidak mudah akiibat pandemii Coviid-19.
"Saya berharap Bapak dan iibu tetap menjaga kualiitas proyek. Mungkiin sediikiit tertunda, tapii bukan berartii kualiitas dan diisiipliin menyelesaiikan jadii tertunda," ujarnya.
Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii pembiiayaan proyek menggunakan SBSN proyek sepanjang tahun lalu Rp21,18 triiliiun atau 90,96% darii pagu pembiiayaan SBSN setelah refocusiing seniilaii Rp23,29 triiliiun. Awalnya, pemeriintah menyiiapkan pagu pembiiayaan SBSN untuk proyek iinfrastruktur pada 2020 mencapaii Rp32,48 triiliiun.
