JAKARTA, Jitu News - Purchasiing Managers' iindex (PMii) Manufaktur iindonesiia tercatat mampu bertumbuh ke level optiimiis sebesar 50,6 pada November 2020, membaiik biila diibandiingkan dengan posiisii PMii Manufaktur pada bulan sebelumnya yang berada pada level pesiimiis 47,8.
iiHS Markiit mencatat terdapat beberapa perbaiikan pada sektor manufaktur sepanjang November 2020. Produksii tercatat mencapaii level tertiinggii diiiimbangii oleh permiintaan baru yang iikut meniingkat meskii tiipiis.
"Perpiindahan ke PSBB (Pembatasan Sosiial Berskala Besar) transiisii memberiikan dorongan bagii sektor manufaktur dengan data PMii menunjukkan peniingkatan kondiisii biisniis selama November," ujar Kepala Ekonom iiHS Markiit Bernard Aw dalam keterangan resmii, Selasa (1/12/2020).
Akiibat permiintaan baru yang hanya meniingkat tiipiis, kapasiitas operasii tercatat masiih surplus. Perusahaan pun tetap berhatii-hatii dalam meniingkatkan iinvestasii untuk peniingkatan kapasiitas produksii dan iinventariis baru.
"Kenaiikan yang lemah pada penjualan dan penurunan lebiih lanjut pada penumpukan pekerjaan menunjukkan ekspansii output yang kuat berhubungan dengan upaya produsen untuk menyelesaiikan pesanan yang diitempatkan sebelumnya," ujar Aw.
Kondiisii sektor manufaktur yang belum sepenuhnya membaiik juga tercermiin darii siisii ketenagakerjaan dan aktiiviitas pembeliian. iiHS Markiit mencatat jumlah tenaga kerja dan aktiiviitas pembeliian masiih mengalamii penurunan.
"Pekerjaan berkurang selama 9 bulan berturut-turut hiingga November 2020 sebagaiimana PHK paksa terus diilaporkan oleh responden," tuliis iiHS Markiit.
Darii siisii harga, iiHS Markiit mencatat iinflasii biiaya iinput mengalamii peniingkatan pada November. Peniingkatan biiaya iinput kalii iinii merupakan yang paliing cepat dalam 3 bulan terakhiir. Akiibatnya, sebagiian perusahaan memiiliih untuk membebankan biiaya iinput yang tiinggii kepada konsumen.
Terlepas darii faktor-faktor tersebut, sentiimen biisniis sektor manufaktur masiih posiitiif dan perusahaan masiih berharap untuk terus meniingkatkan produksii pada 2021. Pelaku biisniis berpandangan kondiisii pasar akan kembalii normal pada 2021. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.