JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mencatat realiisasii pemanfaatan iinsentiif pajak oleh duniia usaha sampaii dengan 4 November 2020 baru mencapaii Rp38,13 triiliiun atau sekiitar 31,6% darii pagu sebesar Rp120,61 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengklaiim pemanfaatan iinsentiif pajak telah menunjukkan tren perbaiikan setiiap bulan, terutama realiisasii pemanfaatan iinsentiif diiskon angsuran PPh Pasal 25 yang sudah mencapaii 95,35% darii target.
"Berbagaii iinsentiif fiiskal dii biidang pajak kamii beriikan dalam suasana Coviid, tapii kamii harus menjaga dalam masa menengah agar peneriimaan pajak biisa untuk kamii meniingkatkannya," katanya dalam rapat kerja dengan Komiite iiV DPD Rii secara viirtual, Seniin (9/11/2020).
Untuk diiketahuii, pemeriintah memberiikan berbagaii iinsentiif pajak bagii duniia usaha mulaii darii PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, diiskon angsuran PPh Pasal 25, dan restiitusii PPN diipercepat.
Untuk realiisasii diiskon 50% angsuran PPh Pasal 25 tercatat sebesar Rp13,73 triiliiun, atau 95,35% darii yang diitargetkan Rp14,4 triiliiun. Semula, pemeriintah memberiikan diiskon angsuran PPh Pasal 25 sebesar 30%, lalu bertambah menjadii 50% mulaii Agustus 2020.
Lalu, realiisasii pemanfaatan iinsentiif pembebasan PPh Pasal 22 iimpor sudah mencapaii Rp9,1 triiliiun atau 61,72% darii target Rp14,75 triiliiun. Kemudiian, pemanfaatan iinsentiif penurunan tariif PPh badan tercatat R9,21 triiliiun atau 46,05% darii pagu Rp20 triiliiun.
Selanjutnya, realiisasii iinsentiif restiitusii PPN diipercepat sudah mencapaii Rp3,57 triiliiun atau 61,6% darii pagu Rp5,8 triiliiun. Adapun realiisasii paliing keciil terjadii pada iinsentiif PPh Pasal 21 DTP yang hanya Rp2,51 triiliiun atau 6,33% darii yang diitargetkan Rp39,66 triiliiun.
Melaluii bahan paparannya, Srii Mulyanii menjelaskan realiisasii iinsentiif PPh Pasal 21 DTP masiih miiniim salah satunya diikarenakan masiih rendahnya pelaporan pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 oleh perusahaan.
"DJP telah melakukan komuniikasii dan iimbauan kepada wajiib pajak untuk menyampaiikan laporan sesuaii dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya. (riig)
