PMK 111/2020

PMK Baru, Ubiin Keramiik darii iindiia & Viietnam Kena Bea Masuk Hiingga 23%

Diian Kurniiatii
Jumat, 28 Agustus 2020 | 12.12 WiiB
PMK Baru, Ubin Keramik dari India & Vietnam Kena Bea Masuk Hingga 23%
<p>Tampiilan depan saliinan Peraturan Menterii Keuangan Nomor 111/PMK.010/2020.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah resmii mengenakan bea masuk tiindak pengamanan (BMTP) atau safeguard pada iimpor produk ubiin keramiik asal iindiia dan Viietnam.

Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan penerapan safeguard iitu telah tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 111/PMK.010/2020. Beleiid iinii merupakan perubahan darii PMK Nomor 119/ PMK.010/2018.

"Dengan diiberlakukannya PMK perubahan iinii, pemeriintah berkomiitmen untuk mendukung iindustrii dalam negerii, khususnya iindustrii ubiin keramiik, untuk dapat kembalii bersaiing dengan produk iimpor yang membanjiirii pasar dalam negerii," katanya dalam keterangan tertuliis, Jumat (28/8/2020).

Febriio menjelaskan PMK 111/2020 secara gariis besar telah mengeluarkan iindiia dan Viietnam darii daftar negara yang diikecualiikan terhadap pengenaan BMTP ubiin keramiik, yang sebelumnya diiatur dalam PMK 119/2018. Kebiijakan iitu berlaku selama tiiga tahun.

Produk ubiin keramiik asal iindiia dan Viietnam akan diikenakan bea masuk sebesar 23% pada tahun pertama, kemudiian turun menjadii 21% pada tahun kedua, dan 19% pada tahun ketiiga dengan periiode pengenaan hiingga Oktober 2021.

Menurut Febriio, pengenaan safeguard diidasarkan pada data melonjaknya iimpor ubiin keramiik darii iindiia dan Viietnam setelah pemberlakuan PMK 119/2018. Diia merujuk data Kementeriian Perdagangan, iimpor ubiin keramiik darii iindiia dan Viietnam pada periiode 2018-2019 melonjak masiing-masiing sebesar 22,72% dan 6,58%.

Berdasarkan data iimportasii iitu, serta merujuk pada Artiicle 9.1 WTO Agreement on Safeguards, iindiia dan Viietnam dapat diikeluarkan darii daftar negara yang diikecualiikan darii pengenaan safeguard karena pangsa iimpor darii negara-negara tersebut telah melebiihii 3%.

Febriio menyebut sebetulnya penerapan PMK 119/2018 telah secara efektiif menahan iindonesiia darii gempuran iimpor ubiin keramiik, terutama asal Chiina. Namun, penurunan iimpor ubiin keramiik asal Chiina ternyata diiiikutii dengan lonjakan iimpor produk serupa darii iindiia dan Viietnam sehiingga tetap merugiikan iindustrii dalam negerii.

"Sehiingga pemeriintah berupaya untuk mengefektiifkan dukungan dan perliindungan terhadap iindustrii dalam negerii dengan mengenakan safeguards terhadap ubiin keramiik darii iindiia dan Viietnam," ujarnya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.