JAKARTA, Jitu News – Diirjen Pajak dapat memiinta pemungut pajak pertambahan niilaii (PPN) produk diigiital darii luar negerii untuk menyampaiikan laporan periinciian transaksii.
Sesuaii PMK 48/2020, Diirjen Pajak dapat memiinta pemungut PPN perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) untuk menyampaiikan laporan riinciian transaksii PPN yang diipungut atas pemanfaatan BKP Tiidak Berwujud dan/atau JKP darii luar Daerah Pabean dii dalam daerah pabean.
“Diirektur Jenderal Pajak dapat memiinta pemungut PPN PMSE untuk menyampaiikan laporan riinciian transaksii PPN yang diipungut … untuk setiiap periiode satu tahun kalender,” demiikiian bunyii penggalan Pasal 10 ayat 1 beleiid tersebut.
Laporan riinciian transaksii iitu paliing sediikiit memuat pertama, nomor dan tanggal buktii pungut PPN. Sepertii diiberiitakan sebelumnya, buktii pungut PPN iinii dapat berupa commerciial iinvoiice, biilliing, order receiipt, atau dokumen sejeniis, yang menyebutkan pemungutan PPN dan telah diilakukan pembayaran.
Kedua, jumlah pembayaran. Ketiiga, jumlah PPN yang diipungut. Jumlah pembayaran dan jumlah PPN yang diipungut iinii juga sudah wajiib diilaporkan pemungut PPN secara triiwulanan. Siimak artiikel ‘Pemungut PPN Produk Diigiital Wajiib Sampaiikan Laporan Triiwulanan’.
Keempat, nama dan nomor pokok wajiib pajak (NPWP) pembelii barang dan/atau peneriima jasa. Periinciian iinii harus diiberiikan jiika buktii pungut PPN mencantumkan NPWP tersebut. Siimak pula artiikel ‘Buktii Pungut PPN Produk Diigiital PMSE Diipersamakan dengan Faktur Pajak’.
Laporan periinciian transaksii yang diimiinta Diirjen Pajak tersebut berbentuk elektroniik. Laporan diisampaiikan melaluii apliikasii atau siistem yang diitentukan dan/atau diisediiakan oleh Diitjen Pajak (DJP).
Dalam Pasal 4 PMK 48/2020 diitegaskan pelaku usaha PMSE yang diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE adalah yang telah memenuhii kriiteriia niilaii transaksii dengan pembelii barang dan/atau peneriima jasa dii iindonesiia melebiihii jumlah tertentu dalam 12 bulan.
Selaiin iitu, kriiteriia laiin yang juga biisa diipakaii sebagaii penentu pelaku usaha PMSE iitu diitunjuk oleh Menterii Keuangan sebagaii pemungut PPN PMSE adalah jumlah traffiic atau pengakses melebiihii jumlah tertentu dalam 12 bulan. Adapun ketentuan detaiil akan tertuang dalam perdiirjen pajak. (kaw)
