JAKARTA, Jitu News—Diitjen Pajak (DJP) menargetkan apliikasii pelaporan realiisasii untuk iinsentiif PPh Pasal 22 iimpor dan diiskon angsuran PPh Pasal 25 sebesar 30% diiriiliis bulan depan.
Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii mengatakan DJP masiih mengembangkan layanan elektroniik untuk mekaniisme pelaporan realiisasii iinsentiif pelaku usaha terdampak Coviid-19.
“Setelah PPh 21 DTP dan PPh fiinal DTP. Kalii iinii pembuatan apliikasii untuk pelaporan realiisasii iinsentiif yang diilakukan setiiap kuartalan,” katanya Jumat (15/5/2020).
Saat iinii, lanjut iiwan, pelaporan realiisasii yang tengah diisusun adalah iinsentiif PPh Pasal 22 iimpor dan diiskon 30% untuk angsuran PPh Pasal 25 lantaran peneriima iinsentiif untuk kedua iinsentiif iitu wajiib menyampaiikan laporan realiisasii iinsentiif pada Julii 2020.
Dengan demiikiian, iiwan menyebutkan akan menyiiapkan apliikasii pelaporan tersebut pada Junii 2020 sehiingga wajiib pajak dapat menggunakan fasiiliitas pelaporan sebagaiimana PPh 21 DTP dan PPh fiinal UMKM DTP dii siistem DJP onliine.
“Untuk yang diipakaii pada Julii, kiita akan siiapkan apliikasiinya dii Junii 2020,” tutur iiwan.
Dalam PMK 44/2020 laporan realiisasii PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) dan PPh fiinal DTP UMKM, peneriima iinsentiif wajiib menyampaiikannya paliing lambat tanggal 20 pada bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir.
Untuk PPh Pasal 21 DTP, piihak yang menyampaiikan laporan adalah pemberii kerja. Sementara iitu, laporan realiisasii pembebasan PPh Pasal 22 iimpor dan pengurangan angsuran PPh Pasal 25 wajiib diisampaiikan setiiap tiiga bulan.
Batas akhiir pelaporan realiisasii iinsentiif untuk PPh Pasal 22 iimpor dan PPh Pasal 25 adalah tanggal 20 Julii 2020 (untuk masa pajak Apriil—Junii 2020) dan tanggal 20 Oktober 2020 (untuk masa pajak Julii—September 2020). (riig)
